Jumat, 23 Desember 2005

Berita aneh

Saya dapat kabar katanya ada yang nempel pamflet di kampus yang isinya aneh.
Katanya isinya "KAMMI ITB dan ikatan pemuda PKS mengucapkan selamat natal".
Pamflet tersebut ditempel di sekitar TPB lama. Kemudian oleh seorang
ikhwah semuanya dicabutin.

Ada yang bisa mengonfirmasi berita ini?

Minggu, 11 Desember 2005

Untuk DK yang lebih berwibawa

Sejak masuk ITB dan berkenalan dengan dunia DK, sering saya tersenyum
sendiri tentang gerakan ini.

Gerakan ini telah begitu menghegemoni di kampus ini.(Outside either)
Berbagai macam lini telah dimasuki, baik KM, kongres, himpunan, unit,
bahkan Salman. Semuanya terstruktur rapi (walaupun sering terdengar kabar
bahwa koodinasinya kurang rapi). Memiliki agenda yang canggih, punya
manhaj, punya pembimbing dari para ahli (ustadz), aktivis yang tak kenal
lelah dan 'ajaib', dan lain-lain.

Sejujurnya, ketika SMA saya pernah membayangkan ada sebuah gerakan

Kemandekan Proses Dakwah

Assalamu'alaikum.

Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakaatuh
Hanya ingin minta pendapat antum wa antunna tentang hal berikut :
Bukankah asholah da'wah Rasul SAW adalah da'wah fardhiyah?
Lalu apakah sebuah nidham da'wah akan berarti, jika da'i yang berada di
dalamnya bahkan tidak memiliki sense da'wah fardhiyah ?

Menurut saya yang terjadi adalah kemandekan proses dakwah.

Pernah saya berpikir tentang hal ini. Saya mencoba menelusuri
permasalahannya. Terkadang kesimpulan saya begini:

Kita terlalu mengharapkan yang lebih dari jamaah dakwah ini.

Senin, 26 September 2005

Uang Kertas Dan Emas

Saya mengamati sebuah milis. Dalam milis tersebut ada perbincangan tentang ekonomi syariah, lebih khusus pada masalah penggunaan uang kertas dan uang emas dalam transaksi. Tetapi kalau saya mengamati diskusi tentang uang emas di milis tersebut, sepertinya tidak ada yang paham dengan konsep uang emas tersebut.

Oleh karena itu saya mencoba menjelaskan sedikit (karena keterbatasan waktu) tentang konsep uang ini. Untuk saat ini saya tidak mencantumkan ayat, karena keterbatasan waktu saya dalam mencarinya. Tetapi insya Allah yang saya cantumkan ini berdasarkan Al Qur’an.

Sabtu, 21 Mei 2005

Asaku

Ku menatap langit yang tenang
dan takkan menangisi malam
Ku tetap berdiri
Ku melawan hari
Ku akan berarti
Ku takkan mati

Rabu, 18 Mei 2005

Pelajaran berharga untuk Himafi

Tertanggal 10 Mei 2005 (walaupun tertulis tanggal 10 April 2005) telah keluar surat keputusan pelarangan bagi semua mahasiswa angkatan 2004 untuk mengikuti segala kegiatan yang berhubungan dengan PPAM Himafi. Surat ini secara langsung menohok pihak pelaksana acara PPAM, dalam hal ini Himafi, karena telah melakukan suatu kegiatan yang mendapatkan sorotan sangat negatif dari departemen.

Obyek larangan dalam surat ini adalah peserta, dan bukan panitia PPAM. Dalam hal ini saya melihat bahwa pihak departemen memang tidak ingin menjalin hubungan diplomasi dengan pihak himpunan. Barangkali ini disebabkan oleh berita tentang malam swasta yang masih senantiasa jahiliah

Rabu, 30 Maret 2005

Ujian

Apa yang anda lakukan jika anda tahu bahwa esok hari adalah hari terakhir yang anda miliki? Jika esok adalah kesempatan terakhir yang anda tahu anda masih akan menghirup nafas kehidupan dunia? Jika esok hari nyawa anda akan dicabut dari jasad anda, dan segera anda akan menghadapi perhitungan di hadapan Allah? Dan anda tahu sebelum waktu ujian itu tiba anda akan dihadapkan pada ujian awal, yaitu pertanyaan-pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur?

Jawabannya jelas, anda akan berusaha maksimal untuk beribadah kepada Allah

Kamis, 17 Maret 2005

Polisi, lembaga terkorup?

Sangat menjengkelkan jika kita harus berurusan dengan polisi. Seandainya saja polisi hanyalah lembaga pelayanan masyarakat semata, maka keadaan seperti ini tidak akan terjadi. Bayangkan, hanya untuk memperpanjang STNK saja saya harus mengeluarkan biaya dua kali dari harga resmi. Ok mereka bisa berkilah bahwa perpanjangan STNK tidak diurus di kantor polisi melainkan di kantor samsat. Tapi bukankah semua petugasnya adalah polisi juga?

Pranata kepolisian saat ini amat bobrok! semua orang tahu hal itu. Padahal kepolisianlah yang seharusnya menjadi penopang tegaknya keadilan di Indonesia. Jika kita mengamati sepak terjang para polisi itu, kita akan mengurut dada bagaimana kebejatan dilakukan terang-terangan.

Kesimpulan : harus ada agent of change yang dimasukkan ke institusi ini!

Selasa, 08 Maret 2005

Astaghfirullah Al Adzim …

Hampir saja aku membuat satu nyawa melayang. Bukan punya siapa-siapa. But mine!

Entah kenapa begitu cerobohnya aku sampai-sampai di tikungan seperti itu aku melaju dengan cukup kencang. Ketika akan berbelok, kukurangi kecepatan karena melihat sebuah motor melaju dari arah berlawanan. Setelah motor tersebt lewat, kupercepat laju motorku. Tanpa kusadari ada sebuah mobil Toyota Vios melaju dari arah berlawanan. Tak kuperhatikan kelajuannya, hingga hingga kusadari bahwa mobil itu cukup cepat untuk menabrakku

Sabtu, 05 Maret 2005

Wisudaan lagi!

aaaaaaaaaahhhhhhhhh.....
wisudaan lagi!

emang napa?

Pengen banget cepet lulus, tapi apa mau dikata, sks tersisa masih banyak banget. Dihitung-hitung masih lebih dari 50 sks!
Itulah nasib jadi anak tingkat tiga. Baru semester 6 udah pengen cepet-cepet lulus.

Habis perasaan dah ga betah banget buat ngulang-ngulang kuliah yang ga lulus. Udah gitu selalu dikejar-kejar di himpunan. Apalagi di Salman. Eh sekarang giliran lab yang ngejar-ngejar buwat nyelesein tugas akhir kadet!

Kessellll!!

[mencoba berkontemplasi]

Berperilaku adalah pilihan ...
Bergaul dan berteman adalah pilihan ...
Bertindak dan berperilaku adalah pilihan ...
Kuliah adalah pilihan ...
Hidup adalah pilihan ...
Islam adalah pilihan !!

Semua pilihan memiliki konsekuensi yang berbeda. Setiap kali kita memilih suatu pilihan maka kita harus siap menerima konsekuensi apapun yang mengiringinya.

baik --> disukai
taat --> disayang
setia --> dipercaya
rajin --> sukses
Islam --> surga !

kupilih jalan kesuksesan ....

Bismillah.
Allahu Akbar !!

Jumat, 07 Januari 2005

dari emha untuk aceh..

Gunung Jangan Pula Meletus

Oleh Emha Ainun Nadjib

KHUSUS untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai

Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya?

Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya?

Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung

nilai-nilai kandungannya?

Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu

mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir

membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan apakah ia

sedang berduka atau tidak

Innalillah......

Sebenarnya saya sudah lama mau posting tulisan tentang Aceh. Tapi apa mau dikata, baru berhasil connect ke blogger sekarang.

Awalnya hanya 1000 orang. Hari kedua bertambah jadi 2000, kemudian 3000. Setelah itu kenaikannya eksponensial. Subhanallah, betapa maha kuasanya Allah, hanya beberapa saat puluhan, bahkan ratusan ribu manusia meregang nyawa. Hanya beberapa menit kota-kota indah nan menawan hilang ditelan arus air. Ribuan keluarga kehilangan anggota keluarganya, bahkan ada yang satu keluarga habis semua.

Duka Aceh adalah duka kita juga. Bagaimanapun Aceh adalah daerah yang paling berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia. Kita lihat bagaimana perjuangan rakyat Aceh dalam menghadapi penjajah