Kembali tergoda untuk menulis setelah membaca tulisan yang diforward oleh bung Galih.
Dari cerita yang diforward tersebut, saya menerjemahkan keiretsu sebagai metode mempertahankan bisnis. Metode agar seluruh perputaran uang tetap berada di dalam, aliran uang hanya bersifat masuk, tidak keluar. Kemudian teknologi yang dikembangkan juga hanya berputar di dalam saja. Tidak kemana-mana. Strategi yang wajar, mengingat teknologi macam mobil dan kendaraan pribadi lainnya adalah teknologi yang relatif mudah dikopi dan di-reverse engineering.
Tentang alih teknologi, sepertinya memang ada pandangan yang terlalu membesar-besarkan dan terlalu memandang dengan kaca mata pesimis. Memang sulit untuk dilakukan, tetapi bukan tidak mungkin dan tidak pernah dilakukan. Ada dua contoh yang perlu diperhatikan. Contoh pertama adalah kasus industri dirgantara kita, IPTN/PTDI. Pengembangan industri ini sepenuhnya dari alih teknologi. Bagaimana prosesnya hingga kita bisa membuat sebuah kendaraan berukuran dua kali bis besar yang mampu terbang dan dibeli oleh orang-orang dari seluruh dunia, sangatlah mencengangkan banyak pihak, terutama pihak asing. Logikanya, tanpa alih teknologi, maka paling cepat kita bisa membuat pesawat terbang tahun 2030, atau kalau mau dipercepat, setidaknya tahun 2020. (Ingat sejarah Kitty Hawk hingga penerbangan komersial pertama?) Tetapi pesawat pertama buatan mandiri IPTN telah terbang tahun 1995 lalu.
Kasus kedua masih berhubungan dengan dirgantara, satelit. Awal bulan ini kita disuguhkan dengan berita peluncuran satelit pertama buatan sendiri. Jelas memang bukan dari pengembangan sendiri. Tetapi bekerja sama dengan Technical University of Berlin. Tetapi langkah berikutnya sudah sangat jelas. Bahkan roadmap peluncuran sendiri satelit pun sudah dibuat. Proses ini akan semakin cepat karena di Biak saat ini sedang dibangun lokasi peluncuran wahana ruang angkasa. Proses pembuatan satelit ini mirip dengan saat ketika IPTN bekerja sama dengan CASA Spanyol membuat CN235, yang terbang perdana tahun 80an.
Dari dua contoh tersebut, kita sebenarnya tidak perlu takut dengan apa yang disebut keiretsu. Kita terlalu tangguh untuk dicegah kemajuannya hanya dengan keiretsu. Bikin pesawat saja bisa, masak bikin mobil tidak? Terbukti banyak kendaraan darat yang sudah didesain oleh banyak putra bangsa, misalnya IPTN (prototipnya sudah jadi sejak 90an), LIPI (waktu pameran produk dalam negeri sudah dipamerkan prototipnya), Texmaco (kalau ini malah sudah banyak digunakan untuk produk truk dan bisnya, bahkan sasis produksinya jadi base untuk APC terbaru PINDAD). Untuk kendaraan laut lebih banyak lagi. Mulai dari yang berteknologi tinggi seperti PT PAL, hingga produsen kapal-kapal tradisional untuk nelayan. Belum lagi ditambah PT KA yang produksinya sudah digunakan di luar negeri (Malaysia, Thailand, dan Australia).
Intinya, sebenarnya kita tidak tertinggal terlalu jauh. Kita hanya tertinggal beberapa langkah di belakang. Kita saat ini bukanlah bangsa terbelakang. Kita hanya belum sampai di depan saja. Kalau kondisi stabil seperti sekarang dipertahankan, saya meramalkan setidaknya 30 tahun lagi kita sudah menjadi bangsa yang kuat. Tetapi jika 2009 besok kita menang, saya yakin 10 tahun terlalu lama bagi kita untuk menjadi bangsa yang benar-benar besar.
Wallahu a'lam bish shawab.
Fathi Nashrullah
Senin, 22 Januari 2007
Minggu, 21 Januari 2007
Lapan Siap Kembangkan Rudal
Tatsqif dari Majalah Angkasa. Versi onlinenya sudah tidak ada (kalau tidak salah), tinggal versi cetaknya saja.
No 4 JANUARI 2006 TAHUN XVI
Jelajah
Lapan Siap Kembangkan Rudal
Embargo yang dilancarkan AS kepada Indonesia selama bertahun-tahun toh membuat Washington pusing sendiri. Terakhir, AS lewat MTCR menyorot tajam manuver SBY yang berhasil meminta Cina untuk membantu membangun industri rudal taktis jarak dekat dan menengah. Bagaimana peluangnya? Berikut hasil penelusuran Angkasa.
Harus diakui, sepanjang 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melakukan berbagai langkah yang akan menumbuhkan kembali wibawa Indonesia di kawasan Asia. Setelah berhasil menggulung gembong teroris Dr Azahari dan mendesak AS mencabut embargo peralatan militer, dibawah arahannya, Pemerintah RI juga telah berhasil merangkul Cina untuk mau mendukung pendirian industri roket dan rudal untuk keperluan pertahanan.
Keinginan tersebut dikemukakan secara langsung oleh Kepala Negara saat menemui Presiden Cina Hu Jintao, Juli 2005 di Beijing. Transfer teknologi roket dan peluru kendali merupakan salah satu yang dijajaki
No 4 JANUARI 2006 TAHUN XVI
Jelajah
Lapan Siap Kembangkan Rudal
Embargo yang dilancarkan AS kepada Indonesia selama bertahun-tahun toh membuat Washington pusing sendiri. Terakhir, AS lewat MTCR menyorot tajam manuver SBY yang berhasil meminta Cina untuk membantu membangun industri rudal taktis jarak dekat dan menengah. Bagaimana peluangnya? Berikut hasil penelusuran Angkasa.
Harus diakui, sepanjang 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melakukan berbagai langkah yang akan menumbuhkan kembali wibawa Indonesia di kawasan Asia. Setelah berhasil menggulung gembong teroris Dr Azahari dan mendesak AS mencabut embargo peralatan militer, dibawah arahannya, Pemerintah RI juga telah berhasil merangkul Cina untuk mau mendukung pendirian industri roket dan rudal untuk keperluan pertahanan.
Keinginan tersebut dikemukakan secara langsung oleh Kepala Negara saat menemui Presiden Cina Hu Jintao, Juli 2005 di Beijing. Transfer teknologi roket dan peluru kendali merupakan salah satu yang dijajaki
Minggu, 14 Januari 2007
Evolusi tahap berikutnya kah?
Bagi saya berita ini sangat menarik.Sabtu , 13/01/2007 11:40 WIB
Berbahaya! Virus Organis Serang Windows Vista
Lathiefa Nur Ilma - detikInet
<!---->
Jakarta, Ancaman baru yang berbahaya datang menyerang sistem operasi terbaru Microsoft, Windows Vista. Sebuah perusahaan keamanan mengatakan antisipasi terbesar dari Vista siap diserang masalah besar soal bug. Sementara peluncuran Vista terancam tertunda yang akhirnya akan berimbas pada industri komputer.
Sebuah virus diketahui mulai 'menggerogoti' komputer yang memakai Vista. Adalah "Vista Dysentry.Net-Worm", dipercaya merupakan virus komputer yang murni organis dan berasal dari alam sehingga dipastikan tidak mungkin bisa dibasmi oleh antivirus yang biasa kita digunakan.
Sampai saat ini, Microsoft dan perusahaan antivirus sedang bertarung mengembangkan perlindungan terhadap virus tersebut. Microsoft juga menyarankan agar para pelanggan Vista-nya mematikan komputer dulu.
| Closeup Vista Dysentery.Net-Worm (avantnews.com) |
Jakarta, Ancaman baru yang berbahaya datang menyerang sistem operasi terbaru Microsoft, Windows Vista. Sebuah perusahaan keamanan mengatakan antisipasi terbesar dari Vista siap diserang masalah besar soal bug. Sementara peluncuran Vista terancam tertunda yang akhirnya akan berimbas pada industri komputer.
Sebuah virus diketahui mulai 'menggerogoti' komputer yang memakai Vista. Adalah "Vista Dysentry.Net-Worm", dipercaya merupakan virus komputer yang murni organis dan berasal dari alam sehingga dipastikan tidak mungkin bisa dibasmi oleh antivirus yang biasa kita digunakan.
Sampai saat ini, Microsoft dan perusahaan antivirus sedang bertarung mengembangkan perlindungan terhadap virus tersebut. Microsoft juga menyarankan agar para pelanggan Vista-nya mematikan komputer dulu.
Jumat, 05 Januari 2007
Tarbiyah segalanya atau segalanya dari tarbiyah?
Judul di atas adalah premis yang sering beredar di kalangan ikhwah. Benar, kita sering beranggapan bahwa tarbiyah bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya dapat bermula dari tarbiyah.
Tak ada yang salah dari kalimat ini. Memang benar bahwa tarbiyah bukan segala-galanya, dan juga memang benar bahwa segalanya dapat bermula dari tarbiyah
Tak ada yang salah dari kalimat ini. Memang benar bahwa tarbiyah bukan segala-galanya, dan juga memang benar bahwa segalanya dapat bermula dari tarbiyah
Rabu, 03 Januari 2007
Apakah muslim yang baik harus Tarbiyah?
"Apakah muslim yang baik harus Tarbiyah-IM?"
Sebuah pertanyaan atau pernyataan yang bagi saya tidak perlu dibahas lebih lanjut.
Islam menyuruh kita berbuat baik kepada sesama. Apakah kita sudah senantiasa berbuat baik?
Islam menyuruh kita hidup bersih. Apakah kita sudah bersih?
Islam menyuruh kita jujur. Apakah kita sudah jujur?
Islam meninggikan derajat orang yang menuntut ilmu. Apakah kita sudah menguasai iptek?
Islam memuliakan orang yang menyebarkan perdamaian.
Sebuah pertanyaan atau pernyataan yang bagi saya tidak perlu dibahas lebih lanjut.
Islam menyuruh kita berbuat baik kepada sesama. Apakah kita sudah senantiasa berbuat baik?
Islam menyuruh kita hidup bersih. Apakah kita sudah bersih?
Islam menyuruh kita jujur. Apakah kita sudah jujur?
Islam meninggikan derajat orang yang menuntut ilmu. Apakah kita sudah menguasai iptek?
Islam memuliakan orang yang menyebarkan perdamaian.
Langganan:
Komentar (Atom)