Senin, 27 Agustus 2007

Perjalanan ke Walimah Mahfud

Nampaknya belum ada yang berbagi cerita yang lebih lengkap tentang pernikahan akh Mahfud lebih dari seminggu yang lalu. Sebenarnya saya sudah ingin berbagi cerita ini lebih awal, namun apa daya, ternyata kesibukan yang luar biasa sehingga tidak memungkinkan untuk segera menuliskannya untuk berbagi kepada ikhwah sekalian.

Perjalanan kami berawal dari Salman, menggunakan

Jumat, 17 Agustus 2007

berita pagi ini

Pagi ini, ketika baru saja mengaktifkan yahoo!messenger di komputer saya, ada berita unik sekaligus mengerikan yang ditampilkan oleh yahoo melalui yahoo! messenger insidernya.

Berita menariknya adalah berita yang memforward kabar dari stasiun TV milik Hamas di Palestina. Pada acara khusus segmen anak, ditayangkan seorang anak yang menyatakan kesiapannya untuk syahid (mereka menggunakan istilah “martyrdom”, tapi saya kurang suka). Jelas saja berita ini unik bagi mereka, karena ini terjadi di Palestina dan ditayangkan oleh TV yang pasukan pencari syahadahnya sangat terkenal. Padahal hal-hal yang semacam itulah yang diajarkan di TKA-TKA dan TPA-TPA di Indonesia sejak belasan tahun yang lalu. Mudah-mudahan pencari syahadah semakin banyak di negeri ini. Dan mudah-mudahan kita senantiasa berada dalam barisan yang sama dengan mereka.

Berita mengerikannya adalah tentang kondisi Iraq. Lagi-lagi terjadi ledakan bunuh diri (saya kurang nyaman untuk menyebut kasus-kasus peledakan di Iraq sebagai bom syahid). Kali ini terjadi sebanyak empat bom sekaligus. Hasilnya sangat fantastis: 175 orang tewas! Belum saya baca beritanya, hanya lihat subjectnya saja. Sebenarnya belakangan ini intensitas pengeboman bunuh diri di Iraq sudah mulai berkurang. Bandingkan dengan tahun lalu hingga awal tahun ini. Setiap kali membuka yahoo!mail, berita dunia yang terpampang salah satunya selalu adalah kabar bom bunuh diri di Iraq. Setiap hari hampir selalu ada dan hampir setiap hari pula selalu menunjukkan jumlah korban berbeda (tanda bahwa berita tersebut memang baru, bukan berita hari-hari yang lalu).

Mengerikan memang, ketika angka-angka itu sudah tak lagi berarti. Saking seringnya, angka-angka tersebut bagi saya sudah menjadi biasa, seperti melihat notifikasi jumlah email baru yang masuk ke account saya. Padahal itu adalah jumlah manusia yang tewas. Manusia yang mungkin tidak bersalah. Mungkin tidak mengerti sama sekali mengapa mereka harus terlibat dalam peperangan yang bukan peperangan mereka.

Maha kuasalah Allah, yang menghidupkan dan mematikan. Yang memberi kabar gembira serta ancaman. Yang sangat pemurah namun azabnya juga sangat pedih.