Berikut ini salah satu kisah dari kader PKS yang mencatat proses perjuangan memenangkan HADE di jawa barat. Tidak membahas siapa calonnya, tetapi lebih ke perjuangan memenangkannya. Patut dicontoh oleh semua partai.
======================================================
source: http://www.pk-sejahtera.us./
Nyesek
“Berita terakhir dari Ketua DPD (TPPD) bahwa tidak tersedia dana untuk uang transport saksi. Harap DPC konsolidasi. Bobar (Bogor Barat) memerlukan Rp 16.7 jt utk kepentingan ini. Ana pribadi setelah kokoreh di dapur dan tawakkal, bismillah menginfakkan Rp 1 jt. Ana mohon antum semua melakukan hal serupa”.
Itulah SMS yang saya terima ba’da Shubuh, Sabtu lalu (12 April), sehari menjelang pilgub kemarin. Saya kenal persis si pengirim SMS itu, dan tahu betul bahwa penghasilannya per bulan mungkin sekitar Rp 2 jt. Saya juga tahu bahwa dia sekarang sedang nyicil kredit rumah. Kesediaannya menginfakkan dana sebesar Rp 1 jt membuat mata saya berlinang; hampir setengah dari penghasilan bulanannya. Teringatlah kisah sahabat yang menginfakkan setengah dari hartanya.
Kalaulah itu hanya dilakukan sekali saja, mungkin tidak terlalu mengherankan. Tetapi hanya 2 malam sebelumnya, semua grup halaqah pada semua level dikumpulkan per DPC untuk melakukan liqo gabungan. Di sana jelas disampaikan anjuran untuk siap berjuang melakukan jihad siyasi dalam pilkada hari Ahad itu. Di samping kesiapan mobilisasi berjihad dengan waktu, pemikiran dan tenaga, tentu infaq dengan maal merupakan hal yang ditekankan dalam liqo gabungan itu.
Kamis, 17 April 2008
Selasa, 15 April 2008
Analisis kemenangan HADE di Pilkada Jabar
Oleh: Fathi Nashrullah
Kemenangan pasangan Ahmad Heriawan (PKS) – Yusuf Macan Effendi (PAN) atau disingkat HADE pada pilkada Jawa Barat yang diselenggarakan pada Minggu, 13 April kemarin benar-benar di luar dugaan. Bagaimana tidak, semua survey dan poling yang pernah dilakukan sebelum masa pencoblosan menunjukkan hasil yang sama: menempatkan pasangan ini pada posisi buncit. Tetapi kenyataan berkata lain. Oleh karenanya hal ini menjadi bahan yang unik untuk dibedah dan dibahas, baik dalam kerangka akademis, maupun sebagai masukan dalam menyusun langkah pemenangan pemilu bagi siapapun yang membutuhkannya.
Analisis kemenangan pasangan HADE di bawah ini saya buat lebih condong dari sudut pandang PKS, karena saya memang nyaris tidak bersentuhan dengan tim sukses HADE dari sisi PAN. Karenanya, hal-hal yang menyangkut PAN tidak akan terlalu banyak saya bahas. Walaupun demikian, saya tidak akan pernah menafikan bahwa ini bukanlah kerja PKS sendirian, melainkan sinergi saling menguatkan antara PAN dan PKS.
Poin-poin analisis yang saya sebutkan di bawah bukanlah merupakan suatu urutan yang diurutkan berdasarkan besar kontribusinya, tetapi hanya proses pengurutan dalam penyebutan saja. Dalam pandangan saya, semua poin ini bersifat sejajar, tidak mendahulukan satu dan mengecilkan yang lain. Tetapi dilaksanakan semuanya secara paralel.
Pertama, PKS dan PAN adalah dua partai dengan latar yang mirip. Keduanya adalah partai reformis yang dilahirkan oleh motor-motor reformasi pada tahun 1998
Kemenangan pasangan Ahmad Heriawan (PKS) – Yusuf Macan Effendi (PAN) atau disingkat HADE pada pilkada Jawa Barat yang diselenggarakan pada Minggu, 13 April kemarin benar-benar di luar dugaan. Bagaimana tidak, semua survey dan poling yang pernah dilakukan sebelum masa pencoblosan menunjukkan hasil yang sama: menempatkan pasangan ini pada posisi buncit. Tetapi kenyataan berkata lain. Oleh karenanya hal ini menjadi bahan yang unik untuk dibedah dan dibahas, baik dalam kerangka akademis, maupun sebagai masukan dalam menyusun langkah pemenangan pemilu bagi siapapun yang membutuhkannya.
Analisis kemenangan pasangan HADE di bawah ini saya buat lebih condong dari sudut pandang PKS, karena saya memang nyaris tidak bersentuhan dengan tim sukses HADE dari sisi PAN. Karenanya, hal-hal yang menyangkut PAN tidak akan terlalu banyak saya bahas. Walaupun demikian, saya tidak akan pernah menafikan bahwa ini bukanlah kerja PKS sendirian, melainkan sinergi saling menguatkan antara PAN dan PKS.
Poin-poin analisis yang saya sebutkan di bawah bukanlah merupakan suatu urutan yang diurutkan berdasarkan besar kontribusinya, tetapi hanya proses pengurutan dalam penyebutan saja. Dalam pandangan saya, semua poin ini bersifat sejajar, tidak mendahulukan satu dan mengecilkan yang lain. Tetapi dilaksanakan semuanya secara paralel.
Pertama, PKS dan PAN adalah dua partai dengan latar yang mirip. Keduanya adalah partai reformis yang dilahirkan oleh motor-motor reformasi pada tahun 1998
Jumat, 11 April 2008
Catatan Dari Pameran Dot System
2-5 April 2008
Dirgantara Indonesia Fair Ground
Alhamdulillah, keikutsertaan Dot System dalam pameran Bandung Inter TEX 2008 telah berjalan dengan baik. Keikutsertaan ini merupakan suatu hal yang istimewa, karena status pameran tersebut adalah pameran Internasional yang karenanya banyak peserta dari mancanegara mengisi booth-booth pameran.
Selain itu hal istimewa lainnya adalah karena Dot System nyaris satu-satunya perusahaan lokal dengan produk lokal. Padahal peserta pameran lainnya hampir seluruhnya asing
Dirgantara Indonesia Fair Ground
Alhamdulillah, keikutsertaan Dot System dalam pameran Bandung Inter TEX 2008 telah berjalan dengan baik. Keikutsertaan ini merupakan suatu hal yang istimewa, karena status pameran tersebut adalah pameran Internasional yang karenanya banyak peserta dari mancanegara mengisi booth-booth pameran.
Selain itu hal istimewa lainnya adalah karena Dot System nyaris satu-satunya perusahaan lokal dengan produk lokal. Padahal peserta pameran lainnya hampir seluruhnya asing
Langganan:
Komentar (Atom)