Kamis, 19 Juni 2008

Pluralisme, Kebebasan dan Paham-Paham Paradoks

By imamsemar

Kalau kita mengamati sebuah karya seni lukis, bunga misalnya, maka untuk menikmatinya harus dilihat dari jarak yang tidak terlalu dekat sehingga detilnya terabaikan. Kalau terlalu dekat maka tidak menarik karena detilnya nampak jelas tidak ada. Untuk menghargai karya seni ini tidak diperlukan intelektual yang tinggi. Berbeda dengan bunga aslinya, semakin detail semakin menarik. Dari mulai bentuk makronya, kelopak bunga, benang sari, serbuk sari; kemudian detilnya sampai ke tingkat jaringan, sel, mitokondria, kromosom, gen, ribonucleic acid, DNA, protein, proses metabolisme dan seterusnya; semuanya memerlukan intelektualitas yang tinggi untuk bisa menghargainya. Seorang botanis akan mengalami kesulitan untuk menerangkan bagaimana nutrisi/makanan bisa sampai ke kepala putik pada lukisan bunga, karena si pelukis tidak akan menggambarkan secara mendetil bagian-bagian mikroskopis dari bunga. Itulah perbedaaan antara karya seni dan the real thing.

Hal seperti contoh bunga di atas berlaku untuk segala aspek seperti prinsip hidup atau isme. Suatu isme bisa berupa gagasan bisa juga hasil pengamatan yang diformulasikan. Suatu isme yang masih berupa gagasan, bisa terdengar indah, jika tidak dites, atau tidak diuji secara intelek. Pada tulisan berikut ini kita akan membahas secara cerdas paham-paham yang sedang populer di media massa, yaitu yang berkaitan dengan kebebasan.

Pilkada Bandung (hingga 18 Juni 2008)

Apakah anda mencermati perkembangan pilkada kota Bandung saat ini? Yang jelas semakin menarik. Calon yang sudah memastikan akan maju sudah ada dua orang, kang Dada dan kang Taufik. Keduanya sudah meluncurkan websitenya masing-masing. Yang pertama ada di www.dadakudadamu.com dan yang kedua ada di www.taufikurahman.com atau www.taufikurrahman.com.

Saat ini, kang Dada sudah didukung oleh dua partai besar, Golkar dan PDIP, yang kursinya di DPRD Kota Bandung berjumlah 16 kursi, sedangkan kang Taufik yang calon dari PKS memiliki 11 kursi. Di sisi lain ada juga koalisi empat partai yang menamakan diri Poros Tengah. Koalisi ini terdiri dari PBB, PD, PAN, dan PPP. Total suara mereka di DPRD kota Bandung adalah 18 kursi. Benar-benar cukup signifikan. Tetapi sejak awal poros tengah ini tidak mengincar jabatan walikota, melainkan hanya wakil walikota saja, terutama ketika melobi kang Dada.

Di samping calon-calon dari partai, sempat mengemuka wacana calon independen. Calon ini dimungkinkan dengan mendapatkan sekian dukungan (lupa jumlahnya) dari warga Bandung. Namun dalam perkembangannya, ternyata tidak satupun calon independen yang benar-benar muncul ke permukaan.

Kabar terbaru yang dimuat di detikbandung memperjelas posisi poros tengah saat ini. Apakah itu? Ya benar, pecah! Setidaknya hampir pecah. Kenapa? Karena PBB dan PD sudah memastikan dukungannya pada kang Dada. Dengar-dengar, ada ketua DPD PAN juga dalam peresmian pasangan Dada-Ayi hari ini. Yang jelas, total dukungan untuk Dada-Ayi saat ini sudah 21 kursi.

Menurut kabar yang lain, saat ini PAN sedang merapat dengan intensif ke PKS. Katanya sudah mengerucut ke dua nama yang akan diajukan sebagai calon wakil walikota mendampingi kang Taufik. Kita lihat saja perkembangannya. Apakah koalisi PAN-PKS seperti pilgub kemarin akan tercipta kembali ataukah tidak.

Dalam pandangan saya, banyak keuntungan jika PAN-PKS kembali berkoalisi, terutama di Bandung. Mengapa? Karena kedua partai memiliki banyak sekali persamaan. Seharusnya, jika koalisi ini terbentuk, maka akan menghasilkan kekuatan unik yang akan kembali terlihat seperti pilgub kemarin. Modal besar Salman dan ITB seharusnya bisa bangkit dan bergerak bersama-sama. Kang Taufik saat ini adalah ketua keluarga alumni Salman cabang Bandung, yang juga mantan dosen ITB (baru saja mengundurkan diri). Sedangkan PAN banyak diisi oleh kader-kader Salman juga. Bahkan ketua keluarga alumni Salman pusat adalah anggota DPR RI dari PAN (bang Ichwan).

Kita lihat saja, mudah-mudahan yang terbaik yang akan terpilih sebagai pengurus kota Bandung berikutnya. Saya pribadi tak akan mau mencoblos, walaupun didorong-dorong dan disuruh-suruh oleh semua orang. Kenapa? Ya, benar. Karena saya berKTP Cimahi. (hehe...)

Sabtu, 24 Mei 2008

Turut berduka untuk Mahasiswa

Kemarin pagi, kejadian itu kembali terjadi. Kekerasan aparat terhadap Mahasiswa.
Ini yang pertama setelah cukup lama tidak pernah lagi terdengar. Tempat kejadiannya ada di Universitas Nasional, Jakarta.

Sangat mengerikan!
Aparat merangsek masuk ke dalam kampus, merusak semua yang ada di hadapan: motor, mobil, kaca jendela, bangku, meja, menjarah koperasi, memukuli mahasiswa, dan semuanya terekam media. Diputar langsung ke seluruh Indonesia 30 menit setelah kejadian berlangsung.
Sekali lagi sangat mengerikan!!

Seperti biasa, selalu ada alasan yang bisa digunakan. Bukannya meminta maaf, tapi mereka menuduh mahasiswa membawa ganja (sangat banyak) dan melempari aparat dengan bom molotov.
Aha! Skak mat!! Sampai di sini mahasiswa takkan bisa apa-apa. Tuduhan bikin kerusuhan dengan bom molotov plus bahan bakar ganja, benar-benar skak mat!! Padahal siapa yang tidak tahu bahwa tuduhan seperti itu dapat dengan mudahnya dibuat dan direkayasa: intel! Dan siapapun tahu bahwa intel tak akan pernah bisa dibuktikan.

Makanya, turut berduka untuk Mahasiswa.
Masa-masa suram itu ternyata belum bisa pergi untuk kalian.

Doa untuk pemimpin kami

Ya Allah...
Ampunilah dosa-dosa mereka

Ya Allah...
Berikanlah pada mereka kebesaran hati
Untuk mengundurkan diri

Amin...

Kamis, 17 April 2008

Catatan pinggir seorang kader PKS tentang Pilgub Jabar 2008

Berikut ini salah satu kisah dari kader PKS yang mencatat proses perjuangan memenangkan HADE di jawa barat. Tidak membahas siapa calonnya, tetapi lebih ke perjuangan memenangkannya. Patut dicontoh oleh semua partai.

======================================================

source: http://www.pk-sejahtera.us./

Nyesek

“Berita terakhir dari Ketua DPD (TPPD) bahwa tidak tersedia dana untuk uang transport saksi. Harap DPC konsolidasi. Bobar (Bogor Barat) memerlukan Rp 16.7 jt utk kepentingan ini. Ana pribadi setelah kokoreh di dapur dan tawakkal, bismillah menginfakkan Rp 1 jt. Ana mohon antum semua melakukan hal serupa”.

Itulah SMS yang saya terima ba’da Shubuh, Sabtu lalu (12 April), sehari menjelang pilgub kemarin. Saya kenal persis si pengirim SMS itu, dan tahu betul bahwa penghasilannya per bulan mungkin sekitar Rp 2 jt. Saya juga tahu bahwa dia sekarang sedang nyicil kredit rumah. Kesediaannya menginfakkan dana sebesar Rp 1 jt membuat mata saya berlinang; hampir setengah dari penghasilan bulanannya. Teringatlah kisah sahabat yang menginfakkan setengah dari hartanya.

Kalaulah itu hanya dilakukan sekali saja, mungkin tidak terlalu mengherankan. Tetapi hanya 2 malam sebelumnya, semua grup halaqah pada semua level dikumpulkan per DPC untuk melakukan liqo gabungan. Di sana jelas disampaikan anjuran untuk siap berjuang melakukan jihad siyasi dalam pilkada hari Ahad itu. Di samping kesiapan mobilisasi berjihad dengan waktu, pemikiran dan tenaga, tentu infaq dengan maal merupakan hal yang ditekankan dalam liqo gabungan itu.

Selasa, 15 April 2008

Analisis kemenangan HADE di Pilkada Jabar

Oleh: Fathi Nashrullah

Kemenangan pasangan Ahmad Heriawan (PKS) – Yusuf Macan Effendi (PAN) atau disingkat HADE pada pilkada Jawa Barat yang diselenggarakan pada Minggu, 13 April kemarin benar-benar di luar dugaan. Bagaimana tidak, semua survey dan poling yang pernah dilakukan sebelum masa pencoblosan menunjukkan hasil yang sama: menempatkan pasangan ini pada posisi buncit. Tetapi kenyataan berkata lain. Oleh karenanya hal ini menjadi bahan yang unik untuk dibedah dan dibahas, baik dalam kerangka akademis, maupun sebagai masukan dalam menyusun langkah pemenangan pemilu bagi siapapun yang membutuhkannya.

Analisis kemenangan pasangan HADE di bawah ini saya buat lebih condong dari sudut pandang PKS, karena saya memang nyaris tidak bersentuhan dengan tim sukses HADE dari sisi PAN. Karenanya, hal-hal yang menyangkut PAN tidak akan terlalu banyak saya bahas. Walaupun demikian, saya tidak akan pernah menafikan bahwa ini bukanlah kerja PKS sendirian, melainkan sinergi saling menguatkan antara PAN dan PKS.

Poin-poin analisis yang saya sebutkan di bawah bukanlah merupakan suatu urutan yang diurutkan berdasarkan besar kontribusinya, tetapi hanya proses pengurutan dalam penyebutan saja. Dalam pandangan saya, semua poin ini bersifat sejajar, tidak mendahulukan satu dan mengecilkan yang lain. Tetapi dilaksanakan semuanya secara paralel.

Pertama, PKS dan PAN adalah dua partai dengan latar yang mirip. Keduanya adalah partai reformis yang dilahirkan oleh motor-motor reformasi pada tahun 1998

Jumat, 11 April 2008

Catatan Dari Pameran Dot System

2-5 April 2008
Dirgantara Indonesia Fair Ground

Alhamdulillah, keikutsertaan Dot System dalam pameran Bandung Inter TEX 2008 telah berjalan dengan baik. Keikutsertaan ini merupakan suatu hal yang istimewa, karena status pameran tersebut adalah pameran Internasional yang karenanya banyak peserta dari mancanegara mengisi booth-booth pameran.

Selain itu hal istimewa lainnya adalah karena Dot System nyaris satu-satunya perusahaan lokal dengan produk lokal. Padahal peserta pameran lainnya hampir seluruhnya asing