Selasa, 26 Agustus 2008

Jalan Nasional Mulus di 2009 [kenapa nggak dari dulu??]

Wahyu Daniel - detikFinance


Tol Cipularang (Foto: dok detikcom)


Jakarta - Pemerintah melalui departemen pekerjaan umum (PU) menargetkan seluruh jalan nasional tahun 2009 dalam kondisi mulus. Panjang jalan nasional juga akan ditambah.

"Departemen PU menargetkan seluruh jalan nasional tahun 2009 tidak ada dalam kondisi rusak berat," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Hal itu diungkapkan Menkeu yang juga merangkap Menko Perekonomian ini dalam sidang paripurna atas jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPR mengenai RAPBN 2009 di gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (26/8/2008).

Menkeu memaparkan data panjang jalan nasional dalam kurun waktu 14 tahun terakhir telah mengalami peningkatan yang signifikan dari 17.800 kilometer pada tahun 1994 menjadi 34.628 kilometer pada tahun 2008.

Departemen PU, menurut Menkeu, menargetkan pada akhir 2009 panjang jalan nasional mencapai 86.510 kilometer atau bertambah 12.000 kilometer dibandingkan 2005.

Departemen PU juga terus berupaya agar kondisi jalan nasional sepanjang 34.628 kilometer itu dapat seluruhnya fungsional melalui kebijakan preservasi jalan.

"Persentase kondisi jalan nasional yang rusak berat makin berkurang yakni dari 11% dari panjang nasional tahun 2005 menjadi 8,54% pada tahun 2007," ungkap Menkeu.

Menkeu juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan daya dukung infrastruktur jalan antara lain menangani kerusakan jalan akibat pemanfaatan dan bencana alam.

"Karena itu pada tahun 2009 departemen PU tetap memberikan alokasi yang terbesar untuk memperkuat daya dukung infrastruktur jalan dan mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya.(ir/qom)

source: http://www.detikfinance.com/read/2008/08/26/150834/994899/4/jalan-nasional-mulus-di-2009
Ternyata semua incumbent sama saja ya. Nggak bupati, nggak walikota, nggak gubernur, nggak presiden, baru ngebenerin semuanya di akhir jabatan.

Prosedur basi buat ngawetin jabatan.

Kemaren pendidikan, sekarang jalan. Kayaknya awal tahun depan bakal nurunin gas sama bbm deh. Kenapa nggak dari dulu???

Sabtu, 16 Agustus 2008

SMS-SMS Fitnah Kepada TRENDI

Berikut ini adalah SMS-SMS fitnah yang berhasil dikumpulkan oleh Pak Endrizal Nazar, anggota DPRD kota Bandung dari PKS.

Sent:
7/30/08 8:50 PM
From:
+6285862064827
Sebagai warga kota Bandung,yang sudah hidup setengah abad,walikota demi walikota silih berganti,namun saya belum pernah melihat walikota sehebat H.Dada Rosyada SH,Banyak bekerja dan jarang berkata,dihujat dan difitnah dibalas dg senyum,yg penting bukti kerja.Sebagai muslim sangat hormat pada Ulama,dan akrab dg tokoh agama lain,namun beliau kini lagi dilanda Badai ghibah,tuhmah dan Namimah,ironisnya badai itu datang dari partai yang sok islami,pandai menciptakan isyu moral,seakan memiliki para kader yang sholeh,namun dibalik semua itu kalangan elitnya, tidak lebih dari para politisi machiaveli,licik dan hipokrit,ingat ayat Alloh kalau memang partai Islam yg islami,dengan tegas Alloh berfirman dalam surat AnNajm ayat 23 - 24 ,kalau punya al-Quran silahkan buka sendiri,juga hadits Nabi SAW,Wahai segenap orang yg beriman dg lidahnya,janganlah berbuat ghibah kepada sesama muslim,dan janganlah mencari cari ke'aiban saudaranya,barang siapa yang mencari ke'aiban sesama muslim,maka Alloh membuka ke'aiban yang ada pada dirinya. hadits Bukhari dan Muslim. Sadarlah saudaraku,H.Dada Rosyada SH adalah muslim yg thaat,putra seorang pejuang negri ini sebelum kalian lahir,semoga Alloh memberi hidayah kepada kalian,dan memberi kemenangan bagi saudaraku yg tercinta
H.Dada Rosyada SH.,agar kota Bandung tidak dipimpin oleh kalangan munafiqin,amin.

Sent:
8/2/08 2:37 PM
From:
+6285862064827
Sandiwara Politisi Picisan PKS, Judul : KANTOR PKS DILEMPAR BOM MOLOTOV, PARA PELAKU : Haru, Husni, Oded dibantu kader-kader PKS, TARGET SASARAN : supaya MASYARAKAT iba dan simpati kpd PKS. TANGGAPAN MASYARAKAT : Sudah tahu Manuver PKS yg Munapik.

Sent:
8/3/08 12:05 AM
From:
+6285846019974
Innamal umamul akhlaq maa baqiyat,fain hum dzahabat akhlaquhum dzahabu. Hanya saja suatu bangsa tergantung moral masarakatnya,manakala moral mereka rusak,maka akan hancur bangsa tersebut.(khuluqul muslim) Dengan gagasan brilian Menuju Bandung kota Agamis H.Dada Rosyada SH telah memberi bukti,beliau memberantas judi,prostitusi dan kemaksiatan lainnya,dengan dibantu kalangan kader NU,PERSIS,MUHAMADIYAH DAN UNSUR LSM lainnya,sebab H.Dada Rosyada SH berlandaskan hadist Nabi SAW, 1.TARAHUM (KASIH SAYANG) 2.ADILUN BILHUKMI (ADIL MENEGAKAN HUKUM) 3.WAFA 'ANILAHDI( BUKTI BUKAN HANYA JANJI ) Hadits Atthobroni. Inilah kiat keberhasilan H.Dada Rosyada SH,TIDAK PRABAYAR ATAU PASKA BAYAR SEPERTI PERUSAHAAN CELLULER TRENDY,tapi antara KATA dan FAKTA seiring nyata dalam kerja,sebelum kembali menyesal dengan janji prabayar dan paskabayar Trendy pertahankan H.Dada Rosyada SH untuk kembali memimpin kota Bandung menuju kota agamis,renungkanlah wahai masarakat Bandung !

Tanggapan Pak Endrizal Tentang Kekalahan TRENDI

Tulisan ini adalah tanggapan Pak Endrizal Nazar, anggota DPRD dari PKS, di milis Kalam Salman terhadap tulisan pak Munawwar Khalil tentang kekalahan TRENDI.

Dikopi dan dilakukan perapihan format seperlunya.

Assalamu'alaikum wr.wb.

Menanggapi tulisan/analisis saudaraku Munawar Kholil sebelumnya saya mengucapkan terima kasih namun tetap merasa perlu melakukan klarifikasi agar informasi/analisisn ya berimbang. Politik bagi PKS merupakan bagian dari da'wah sehingga yang dikedepankan adalah langkah amar ma'ruf nahi munkar dengan prinsip mengambil kebaikan terbanyak (maksimalnya) atau memilih mudharat terkecil (minimalnya) sesuai dengan semangat masuk ke pemerintahan dalam rangka Ishlahul Hukumah (perbaikan pemerintahan) . "In uridu illa al ishlaha ma ishtatho'tu wa ma taufiqi illa billah alaihi tawakkaltu wa ilaihi unib."

Dalam Pilwalkot Bandung prinsip di atas tetap menjadi rujukan yang dalam implementasinya tentu berrdasarkan analisis dan survey terhadap kondisi yang ada. Sebagai orang yang cukup lama bergaul dengan komunitas partai politik yang ada di DPRD Kota Bandung pilihan untuk tidak jadinya berkoalisasi dengan Poros Tengah atau PAN, bukanlah karena ke'pede'an PKS walaupun tetap diakui pengaruh kemenangan HADE juga menjadi bagian yang mempengaruhi keputusan politik PKS. Tidak etis kalau tidak terjadinya koalisasi itu saya sampaikan disini tetapi dalam konteks analisis dan survey yang telah dilakukan (survey yang sama juga dilakukan dalam rangka pemenangan HADE) menunjukkan koalisasi yang terbentuk malah menurunkan perolehan suara dengan meningkatnya swing voters.

Analisisnya mengarah bahwa pemilih PKS tidak 'sreg' dengan pasangan tersebut sementara sang pasangan tidak mampu membawa massa partainya untuk memilih pasangan yang diusung bersama dengan PKS. Pilihan untuk bergabung dengan incumbent juga menyebabkan penurunan suara yang cukup tinggi (suara yang diperoleh tidak linier dengan perolehan jumlah suara PKS maju sendiri dengan incumbent maju sendiri). Artinya semakin banyak pemilih PKS yang menjauh.

Hal ini tentu membahayakan kalau sikap ini muncul dari pemilih2 yang selama ini merasa PKS sebagai entitas yang konsisten menghadang kebijakan pemkot yang 'menyengsarakan' sebagian warga masyarakat seperti pedagang pasar tradisional dan masyarakat Griya Cempaka Arum. Ditinggalkan oleh masyarakatlah yang lebih dikhawatirkan PKS dibanding hilangnya peluang berkuasa. Apalagi mengingat ungkapan Amirul Mu'minin Umar ibnul Kaththab, "Kalau seandainya ada seekor unta yang mati kelaparan di pinggiran sungai eufrat, maka Umar akan diminta pertanggungjawabann ya di yaumil qiyamah kelak". Terzhaliminya beberapa kelompok masyarakat dengan kebijakan2 yang selama ini ditentang PKS akan menjadi tanggung jawab PKS kalau kemudian PKS bergabung dengan incumbent tapi tidak ada solusi buat mereka. Solusi yang diminta dan ditawarkan PKS ternyata tidak mendapat respon yang memadai.

Pilihan PKS juga bukan tanpa ada dasar rasionalitasnya. Tingkat elektabilitas calon PKS Juni 2008 memang berselisih sekitar 15 % ( 29 % : 44 %) dengan incumbent dan berdasarkan pengalaman HADE, PKS optimis bisa mengejar ketertinggalan ini. Tapi rupanya operasi politik yang dilakukan (selebaran gelap/sms gelap, fitnah, adu domba), mobilisasi aparatur dan APBD membuat prediksi PKS jauh dari sasaran. Beredarnya ribuan rim selebaran gelap berkop PKS yang menyerang kelompok2 lain (khususnya ormas Islam), dimana beberapa ustadz menjadikan selebaran gelap (segel) ini sebagai bahan rujukan ceramah dan khutbah Jumat. Isu rasial/etnis (Padang-Cina) yang dikembangkan secara sistemik/terstruktu r sehingga sampai keluar dari mulut aparatur padahal mereka berdua asli sunda.

Bantuan2 APBD yang dicairkan saat kampanye dan minggu tenang dan selalu dinyatakan sebagai jasa incumbent (saya pernah hadir dalam pengucuran bantuan koperasi masjid melalui MUI yang saya perjuangkan anggarannya di Panitia Anggaran, tetapi oleh pembawa acara (pengurus MUI) dianggap sebagai jasa incumbent dan meminta yang hadir untuk tahu berterima kasih sehingga spontan ada yang nyeletuk coblos incumbent- saya kemudian berusaha meluruskan, tetapi bagaimana dg acara2 yang tdk dihadiri kader pks yang mengerti masalah).

Terhadap beberapa ustadz yang menjadikan segel sebagai rujukan ceramah/khutbah sudah dilakukan klarifikasi tetapi dengan enteng mereka menjawab, "Saya tidak salah hanya menyampaikan, yang salah yang buat selebaran, begitu juga masyarakat yang terpengaruh juga tidak salah". Terakhir ada buletin gelap yang menyerang bapak Miftah Faridl juga dikesankan dari PKS/Trendi. Muncul kemudian penangkapan 2 orang akhwat (oleh pendukung salah satu calon) yang terlalu semangat masih iseng nempel 1 stiker di masa tenang. Penangkapan ini kemudian dikesankan/dipaksa seolah-olah buletin gelap diatas dari mereka dan langsung diumumkan ke jejaring radio (PRSSNI) dan jadi berita.

Terlalu banyak kalau semua saya tulis di sini. Saya tidak menuduh operasi politik ini dilakukan incumbent atau tim suksesnya, tetapi operasi politik ini menjadi demarketing Trendi dan sangat menguntungkan incumbent. Akibatnya taqdir menentukan Trendi harus kalah dengan cara-cara kotor dalam berdemokrasi. Sebagai bahan informasi betapa jahatnya black campaign yang dilakukan, saya masukkan sms2 gelap saya terima ke attach files.

Wassalam
Endrizal Nazar
sms-sms gelap terkait saya post di tulisan berikutnya.

Rabu, 13 Agustus 2008

Shafaq - Jet Tempur Generasi Ketiga Iran



Anda tahu gambar di atas? Ya anda benar, sesuai dengan judul tulisan ini, pesawat tersebut adalah pesawat jet tempur generasi ketiga yang dikembangkan Iran. Dengan nama Shafaq, yang berarti "sebelum fajar", nampaknya Iran ingin segera mewujudkan supremasinya di dunia dirgantara, lebih khusus lagi penguasaan wilayah angkasanya. Dengan masuknya jet subsonik ini, maka Iran akan segera menggenapkan kekuatan udaranya dengan kekuatan yang tidak bisa dihancurkan dengan embargo, karena pesawat ini Iran made.

Tak jelas mengapa jet ini masuk dalam kategori subsonik, padahal dia mengusung mesin Klimov RD-33 yang biasa digunakan oleh MIG-29. Sedangkan MIG-29 sendiri mampu mencapai kecepatan tertingginya pada angka 2,4 Mach. Barangkali memang ada tujuan penempatan tertentu dalam jajaran kekuatan, agar sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

Pada awalnya, jet ini merupakan proyek yang dikerjakan bersama-sama dengan Rusia dengan nama Integral. Belakangan Rusia hengkang dan proyek ini dan diganti namanya dengan Shafaq. Pesawat yang di Iran proyeknya dilaksanakan oleh Malek Ashtar University of Technology ini dikembangkan dari basis jet Rusia Yak-130 dengan material yang mampu menyerap radar. Dapat dipastikan bahwa nantinya pesawat ini mampu menghindari pantauan radar dengan spesifikasi tertentu.

Saat ini dikembangkan tiga buah prototip dengan konfigurasi satu buah single-seat dengan versi trainer atau serang ringan dan dua buah double-seat dengan versi fighter bomber. Pesawat ini menggunakan kursi lontar buatan Rusia yang hampir digunakan untuk F-22 Raptor dan MFD berwarna untuk cockpitnya.

Pertanyaannya: kapankah Indonesia mampu mulai mengembangkan peralatan perang semacam ini?

link wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/IAMI_Shafaq

link video: http://www.youtube.com/watch?v=TkwLw9lqzXY

Senin, 11 Agustus 2008

Taufikurahman: Selamat Buat Pasangan Dada-Ayi

Alhamdulillah, tanpa perlu ada gesekan sama sekali, pemilihan walikota Bandung sudah selesai. Pasangan Trendi sudah mengakui secara resmi kemenangan kang Dada. Ucapan selamat juga sudah disampaikan. Tinggal proses administrasi saja yang memisahkan warga Bandung dengan wakil walikota barunya (walikotanya kan lama :D ).

Sikap ini (ucapan selamat) sudah saya perkirakan akan segera keluar, walaupun saya tidak menyangka akan secepat ini. Tapi itu bagus, karena mencegah potensi terjadinya gesekan di masyarakat. Mudah-mudahan saja sampai akhir proses pemilihan ini, segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

Mari sekali lagi kita doakan, mudah-mudahan kang Dada diberi kemampuan optimal oleh Allah dalam memimpin kota Bandung. Mudah-mudahan dikuatkan pendiriannya dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan. Mudah-mudahan diberi kemampuan untuk meninggalkan kebijakan buruknya di masa lalu, dan menggantinya dengan kebijakan yang memihak warganya.

Amiiin...

sumber berita: http://bandung.detik.com/read/2008/08/11/152136/986569/486/taufikurahman-selamat-buat-pasangan-dada-ayi

Menyikapi Hasil Pemilihan Walikota Bandung

Alhamdulillah... 'Alaa kulli haal

Itulah kalimat yang keluar dari mulut saya ketika melihat hasil hitung cepat LSI untuk hasil pemilihan walikota Bandung kemarin. 26persen, Alhamdulillah.

Sungguh tidak mengira bahwa hasilnya akan sangat jauh dari perkiraan. Pada awalnya saya memprediksikan bahwa jika bukan "menang", maka "kalah tipis" akan menjadi hasilnya. Tetapi ternyata kenyataan memberi tahu kita bahwa "kalah telak"lah yang terjadi. Berbagai survey internal sebenarnya sudah mulai menunjukkan keunggulan. Tapi keunggulan itu tidak memasukkan faktor swing voter yang mengikuti pilwako hanya untuk meramaikan saja, bukan benar-benar memberikan dukungan. Karenanya kita terkejut ketika mengetahui bahwa swing voters tersebut (yang katanya mencapai 40-an persen pemilih dari setiap pilkada di Indonesia) memberikan suaranya kepada kang Dada.

Kamis, 07 Agustus 2008

Keberhasilan Kang Dada

Tulisan kali ini tidak akan membahas kegagalan kang Dada. Saya ingin mencoba secara fair mengakui beberapa program beliau yang sudah bisa dinilai berhasil. Saya tidak mengingkari bahwa memang ada program baik yang sudah berjalan, karenanya dalam tulisan ini saya tidak akan menimpali dengan ‘tapi’ dan ‘padahal’ yang menafikan program-program tersebut.

Ada setidaknya 5 program yang saya nilai sudah berhasil. Di antaranya adalah penutupan tempat pelacuran Saritem, penambahan ruang terbuka hijau, penataan pedagang kaki lima, pengadaan sekolah gratis tingkat dasar hingga menengah, dan peningkatan kelestarian lingkungan kota. Saya akan mencoba untuk menjabarkannya satu persatu.

Penutupan pusat pelacuran legal Saritem merupakan keberhasilan yang luar biasa yang tercapai pada masa kepemimpinan kang Dada. Saritem merupakan noktah hitam terburuk yang membuat masyarakat Bandung malu mengakui identitasnya. Berumur sudah sangat tua dan terletak di pusat kota menjadikan Saritem sangat mudah diakses oleh siapapun, sehingga masyarakat kota Bandung tak bisa menafikan keberadaannya.

Penutupan secara resmi pusat pelacuran legal ini memungkinkan setiap anggota masyarakat melakukan usaha-usaha yang mungkin dilakukan untuk mencegah hidupnya kembali pusat kemaksiatan itu, tentunya dengan cara yang sesuai dengan koridor hukum dan norma yang ada. Masyarakat juga memiliki hak yang legal di mata hukum untuk menolak keberadaan tempat-tempat maksiat di mana pun di seluruh penjuru kota Bandung.

Debat Calon Walikota Bandung

Tadi malam berlangsung debat seru antara para calon walikota dan wakil walikota Bandung. Acara ini disiarkan langsung dari Hotel Horison Bandung. Sebagai panelis dihadirkan tiga orang pakar, yaitu Rektor Unpad, Ganjar Kurnia, Rektor Unpar, Cecilia Lau dan Pengamat Politik, Ichsannudin Noorsy.

Pada tulisan ini, saya tidak berminat menceritakan isi dari debatnya. Soalnya, terlalu banyak yang bisa dijadikan bahan tulisan, sementara debatnya sendiri berlangsung semi spontan. Bukan berbentuk pemaparan data seperti halnya seminar atau simposium. Jadi, hal-hal yang disampaikan masih bersifat konsep umum normatif, yang masih perlu dipertajam kembali.

Debat calon walikota Bandung tadi malam adalah unik karena ini merupakan debat publik pertama yang menampilkan calon pemimpin daerah tingkat 2 yang disiarkan secara nasional. Padahal sebelumnya hanya calon pemimpin daerah tingkat satu saja yang disiarkan. Entah apa alasan TVONE yang memiliki tagline sebagai TV Pemilu ini, sehingga berani masuk ke pasar persaingan daerah tingkat 2. Seandainya setiap pilkada daerah tingkat 2 disiarkan, maka mungkin hampir tiap minggu ada beberapa kali siaran debat. Dan pada akhirnya mungkin itu akan menjadi hal yang membosankan.

Hal unik lain menurut saya adalah pilkada kali ini merupakan salah satu pilkada yang diikuti oleh calon PKS murni, tanpa koalisi dengan pihak lain. Saya membaca ada agenda tersembunyi di balik penyiaran debat ini secara nasional. Sudah jamak diketahui kemana arah kecenderungan TV-TV nasional saat ini. Begitu juga TVONE yang jika kita jeli justru lebih dekat kepada partai-partai Islam, walaupun saya tidak bisa memastikan partai yang mana. Karenanya bisa dimaklumi bagaimana panik serta kebakaran jenggot pihak Metro TV ketika tahu bahwa justru TVONE lah yang menjadi mitra resmi KPU sebagai media massa untuk pemilihan umum tahun 2009 mendatang.

Mari kita doakan, semoga pada saat pemilihan nanti, tanggal 10 Agustus 2008, segalanya berlangsung lancar, aman, tertib, dan damai. Kita doakan juga agar setiap calon bisa menahan diri dari berbuat curang dengan melakukan money politic, juga dari perbuatan curang lainnya. Sehingga kita bisa mendapatkan keberkahan dari pemimpin baru yang nanti akan terpilih. Amiiiiin...

Rabu, 06 Agustus 2008

Kenangan Bang Imad

Sabtu, 2 Agustus 2008, umat Islam kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Muhammad Imaduddin Abdurrahim. Seorang pejuang yang tak kenal lelah, yang mendidik banyak sekali kader, dan kini sudah nyata terlihat hasil-hasilnya.

Mudah-mudahan semua amal dakwah, jihad, serta semua ibadah beliau diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Semoga setiap kesalahan dan kehilafan beliau diampuniNya.

Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu wawassi' madkhalahu waghsilhu bilmaa'i watstsalji wal baradi. Wa qihi fitnatal qabri wa 'adzaabannar.

Amiiin, ya rabbal 'aalamiin.

Foto-foto kenangan Bang Imad

Senin, 04 Agustus 2008

Rekaman Adam Air 1 Januari 2007

rekaman-adam-air-1-januari-2007



Silakan didownload.


Jangan lupa, ubah format .doc menjadi .mp3.