Selasa, 01 Juni 2010

Episode Palestina, dari Balfour Hingga Flotilla

Pasca Perang Dunia Pertama dan Kedua

Konflik Palestina kontemporer dimulai sejak akhir masa perang dunia pertama. Kekalahan Khilafah Utsmani dalam Perang Dunia Pertama mengakibatkan wilayah Islam dibagi-bagi menjadi banyak negara. Hasil dari perjanjian di bawah Liga Bangsa-Bangsa (LBB) adalah menyepakati pembagian wilayah Turki menjadi Dunia Arab (yang kemudian menjadi cikal bakal negara-negara Arab) dan Republik Turki yang sekarang. Perancis diberi jatah Suriah dan Lebanon, sedangkan Inggris mendapatkan wilayah Mesopotamia serta Palestina. Palestina sendiri kemudian dibagi lagi menjadi Palestina (yang sekarang merupakan gabungan wilayah Palestina dan Israel) dengan Transjordan (yang perbatasannya juga sedikit berbeda dengan Yordania sekarang.

Aktivitas lobi yang dilakukan oleh Yahudi (lebih khusus lagi gerakan Zionis) sudah dilakukan sejak lama. Momentum yang tercatat di antaranya adalah Deklarasi Balfour pada 1917 yang menyatakan bahwa Inggris akan menyediakan Palestina sebagai rumah kaum Yahudi. Kemudian Palestine Mandate 1922 yang disetujui oleh LBB yang pada pembukaannya secara jelas mengulangi apa yang sudah dideklarasikan oleh Balfour. Kemudian peritiwa holocaust pada perang dunia kedua semakin memantapkan rencana tersebut. Puncaknya adalah pada 14 Mei 1948 yang menyatakan merdeka dari Inggris dan berdiri sendiri sebagai sebuah negara. Oleh umat Islam 15 Mei (satu hari deklarasi) setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Nakbah, atau hari malapetaka.

Pendirian Negara Israel

Sejak tanggal 14 Mei 1948 inilah umat Muslim di wilayah Palestina semakin menderita. Eksodus kaum Yahudi dari seluruh dunia terjadi secara besar-besaran. Kalau hanya sekedar eksodus dan kemudian menempati tanah Palestina, barangkali tidak akan menimbulkan masalah besar. Tetapi gerakan Zionis bukan sekedar mengumpulkan Yahudi dari seluruh dunia, tetapi juga termasuk mengusir semua orang selain Yahudi dari tanah Palestina. Terjadilah pengusiran di mana-mana. Hingga tahun 2008 tercatat pengungsi sebanyak 4,62 juta jiwa yang tersebar di berbagai kamp pengungsian di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, dan Suriah.


Selasa, 20 April 2010

Spoiler: Android on PC

21-04-10_0207

21-04-10_0208

Asik ya…

Siang C, Malam Java

Karena tuntutan riset, sekarang saya menjadi split personality. Kalau siang menekuni dunia C, tapi di malam hari saya split menjadi Java. Lumayan susah karena semuanya dilakukan sendiri. Tapi memang begitulah programming. Jarang ada orang belajar programming diajari.

Mengapa tidak siang Java dan malam hari C? Heuheu... menghindari deteksi supervisor :p
Secara, C yang dimaksud adalah C untuk AVR. Hardwarenya sudah berwujud semua. Jadi kalau dikerjakan siang hari, kerjaannya akan terlihat. Sedangkan untuk proyek Java-nya, semuanya masih di awang-awang. Kalau dikerjakan siang hari, bisa terlihat tidak kerja. Hehehe...

Ke depannya sepertinya saya akan serius di Java ini. Java-nya juga sangat spesifik lho... Untuk urusan ini, nanti saja dibahasnya. Soalnya bisa bahaya kalau ketahuan sebelum jadi ide utuhnya.

Baru-baru ini saya mencoba mengeksplorasi Eclipse. Ternyata Eclipse ini menarik sekali ya. Tampilannya oke. Banyak dokumentasi pendukungnya. Selain itu juga open source, yang artinya dukungan komunitasnya juga cukup besar. Bahasa yang didukungnya pun luas. Eclipse sendiri sebenarnya adalah IDE saja. Tapi dia membuka diri untuk ditambah plugin macam-macam. Jadinya bisa digunakan untuk bermacam bahasa.

Untuk Java dan C, sekarang saya juga mencoba memanfaatkan Eclipse. Awalnya memang saya gunakan untuk menulis program Java. Tapi setelah diulik-ulik, ternyata ada juga plugin untuk C buat embedded (AVR). Setelah dieksplorasi, ternyata fiturnya lengkap dan simple penggunaannya. Mungkin ini saatnya saya beralih dari CVAVR bajakan. Sudah lama saya ingin cabut dari status pembajak, dan sepertinya inilah waktunya.

Kekurangan Eclipse untuk AVR ini jika dibandingkan dengan CVAVR hanya satu, yaitu ketiadaan wizard dalam membuat project. Untuk itu harus belajar lebih banyak lagi agar bisa menutupi hole skil saya dalam wizard ini.

Senin, 19 April 2010

Ibnu Zubayr, Abdul Malik bin Marwan, dan Hajjaj bin Yusuf‏

Berawal dari artikel forward-an (di milis keadilan) yang bersumber dari wakalanusantara, saya jadi tergelitik untuk meneliti kembali siapa Ibnu Zubayr (Abdullah bin Zubayr bin Awwam), Abdul Malik bin Marwan, dan Hajjaj bin Yusuf.

Ibnu Zubayr

Beliau adalah sahabat Nabi. Ayahnya bernama dari Zubayr bin Awwam dan ibunya adalah Asma binti Abu Bakar. Dengan demikian, selain sebagai sahabat nabi, beliau juga putra sahabat nabi (Zubayr dan Asma) dan juga cucu sahabat Nabi (Abu Bakar Ash Shiddiq). Beliau lahir pada tahun 2H/624M dan wafat pada tahun 70H/692 M. Jadi meskipun beliau bertemu dengan Rasulullah hingga usia 8 tahun saja, tetapi juga berinteraksi dengan sahabat lainnya yang sangat banyak pada masa itu.

Abdul Malik bin Marwan

Kalau dilihat dari tahun kelahirannya, beliau bisa masuk ke dalam kategori tabi'in. Beliau lahir pada 24H/646M dan wafat pada 83H/705M. Dia adalah khalifah kelima Bani Umayyah. Kalau kita perhatikan sejarah Islam, cukup banyak prestasi yang dia raih untuk kemajuan ummat Islam. Di antaranya adalah memperluas daulah Islam hingga Afrika bagian utara dengan mengalahkan Bizantium.

Hajjaj bin Yusuf

Hajjaj ini adalah orang yang dikirim oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan untuk membunuh Ibnu Zubayr. Dari tahun kelahirannya, Hajjaj memungkinkan masuk ke dalam kategori tabi'in seperti halnya Abdul Malik bin Marwan. Dia lahir pada 39H/661M dan wafat pada 92H/714M. Dia punya kontribusi terhadap kemajuan Islam dengan merumuskan harakat untuk mushaf Al Quran yang kita baca. Tetapi dia juga punya banyak catatan mengerikan. Berikut ini saya kutipkan tulisan yang dibuat oleh Salim Akhukum Fillah di salah satu notesnya di facebook yang berjudul "Menyalakan lilin bersama Raja'"

Dengan maksud tak memperpanjang daftar hal-hal yang menggidikkan ini, mari melompat ke saat-saat menjelang tampilnya ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz. Ya, di sana masih ada Al Hajjaj ibn Yusuf Ats Tsaqafi, seorang ‘alim yang punya andil merumuskan sistem harakat untuk mushhaf yang kita baca. Tapi bukankah dia seperti kata ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz sendiri, “Andai ummat-ummat dan bangsa datang dengan segala kejahatan mereka; dan kita Bani ‘Umayyah datang dengan Al Hajjaj seorang, demi Allah takkan ada yang bisa mengalahkan kita.”

Para penulis riwayat menghitung, Al Hajjaj bertanggungjawab atas pembunuhan sekitar 120.000 orang yang kebanyakan adalah ‘ulama dan orang-orang shalih. Belum lagi ketika dia meninggal, masih ada sekitar 80.000 jasad yang ditemukan di penjaranya, mati tanpa peradilan yang hak. Rincian ini bisa kita teliti dalam redaksi Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab 1/353 dan 2/571; Ibn Al Atsir, Al Kamil 4/29 dan 133; Ibn Katsir, Al Bidayah 9/2, 83, 91, 128, 129, dan 131-138; serta Ibn Khaldun, At Tarikh 3/39.

Di antara mereka yang dibunuh Al Hajjaj, terdapat sahabat-sahabat utama Rasulullah seperti ‘Abdullah ibn Az Zubair ibn Al ‘Awwam, putra Asma’ binti Abi Bakr Ash Shiddiq, An Nu’man ibn Basyir, ‘Abdullah ibn Shafwan, dan ‘Imarah ibn Hazm. Kepala mulia ‘Abdullah yang pernah diciumi Rasulullah itu dipenggal dan dikelilingkan ke berbagai kota; Makkah, Madinah, hingga Damaskus. Jasad-jasad mereka disalibkan di kota Makkah, dijadikan tontonan hingga berbulan lamanya. Keterangan ini bisa kita telusur dalam tulisan Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab 1/353-354; Ath Thabari, At Tarikh 5/33-34; Ibn Katsir, Al Bidayah 8/245 dan 332; Ibn Khaldun, At Tarikh 3/39; serta Ibn Sa’d, Ath Thabaqat 6/53.

Selain itu, patut dicatat nama Sa’id ibn Jubair, tabi’in agung, murid kesayangan ‘Abdullah ibn ‘Abbas yang dikuliti dan disayati dagingnya oleh Al Hajjaj. Juga tindakan dan cercaannya yang mengancami ‘Abdullah ibn ‘Umar, ‘Abdullah ibn Mas’ud, Anas ibn Malik, dan Sahl ibn Sa’d As Sa’idi, Radhiyallaahu ‘Anhum. Di masa ini pula para penguasa melaksanakan khuthbah pertama Jum’at sambil duduk, menjadikan caci-maki terhadap ‘Ali ibn Abi Thalib dan keluarganya sebagai rukun khuthbah, dan melangsungkan khuthbah hari raya sebelum shalatnya. Bid’ah-bid’ah yang dahsyat ini bisa kita telusuri dalam anggitan Ibn Al Atsir, Al Kamil 4/119, 300; Ath Thabari, At Tarikh 6/26; dan Ibn Katsir, Al Bidayah 8/258, 10/30-31.

Yang pasti, kita punya terminologi yang jelas tentang sahabat nabi, tabi'in dan tabiut tabi'in. Orang yang lahir sejaman dengan Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam tidak lantas menjadi sahabat yang "radhiyallahu 'anhum wa radhuu 'anhu". Begitu juga dengan orang-orang yang lahir pada dua generasi berikutnya, tidak lantas menjadi tabi'in dan tabi'ut tabi'in.

Wallahu a'lam.

Selasa, 13 April 2010

PPI UniMAP

Jadi ceritanya sekarang sudah ada 17 orang mahasiswa S1 dan sekitar 35 mahasiswa post graduate (S2 dan S3) di UniMAP. Sebagian dari mahasiswa post graduate juga merangkap sebagai dosen di sini. Intinya, sudah cukup banyak mahasiswa Indonesia di sini dan kita merasa pembentukan PPI sudah dirasa perlu.

Bagi saya pribadi, PPI ini akan lebih terasa efeknya sebagai pembelajaran berorganisasi bagi adik-adik S1. Saya tidak yakin ada di antara mahasiswa post graduate UniMAP asal Indonesia saat ini yang masih berminat untuk bersibuk-ria di organisasi kemahasiswaan. Tipikal mahasiswa post graduate di sini memang cukup unik. Yang masih berada dikisaran umur 20-an tahun hanya hitungan satu jari tangan. Sisanya bapak-bapak dan ibu-ibu. Jadi memang PPI UniMAP ditujukan untuk teman-teman S1.

Rencana awalnya akan dideklarasikan tanggal 10 kemaren. Tapi kita merasa masih minim persiapan, jadi diundur satu minggu menjadi tanggal 17 April 2010. Mudah-mudahan sukses dilaksanakan dan mendapatkan masukan yang berarti.

Mohon doanya...

Jumat, 09 April 2010

GC-MS

Pernah dengar alat bernama GC-MS? Singkatan dari Gas Chromatography - Mass Spectrometry. Dari singkatannya kita bisa memperkirakan apa fungsi alat ini dan bagaimana cara bekerjanya.

Kromatografi adalah teknik memisahkan unsur-unsur di dalam sebuah campuran. Kromatografi ini berdasarkan berat massa unsur pencampur tadi. Ingat percobaan liquid chromatography menggunakan kertas? Kira-kira seperti itu juga GC bekerja. Hanya saja kali ini tidak dalam fase liquid, tetapi dalam gas.

Spektrometri adalah pengukuran berdasarkan spektrumnya. Mass spectrometry melihat spektrum yang dikandung dalam suatu campuran. Dengan metode tertentu (misalnya teknik transformasi Fourier) kita akan dapat melihat macam-macam spektrum yang terkandung di dalam sebuah campuran. Dengan menganalisis spektrum tersebut, kita dapat mengetahui kandungan yang ada di dalam campuran tadi.

Kesimpulanya, GC-MS memanfaatkan kedua teknik tadi, kromatografi dan spektrometri mass dalam menganalisis suatu sample. Sejatinya kedua hal tadi terpisah, tetapi kemudian dikolaborasikan bersama. Mungkin dengan begitu akan mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Research group kami berencana membeli sebuah alat GC-MS. Beberapa menit lagi ada presentasi dari mereka. Supaya saya tidak memulainya dari nol, maka saya mencoba membuat tulisan ini.

Rabu, 07 April 2010

Baytul mal

Kemarin ada yang sedikit menyinggung tentang baytul mal di milis keadilan. Setelah coba baca-baca lagi, ternyata konsep baytul mal di masa lalu, terutama masa khilafah rasyidah (saya belum mengecek lagi ke khilafah setelahnya) baytul mal itu adalah setara dengan departemen keuangan. Dia bukanlah instusi pengumpul dana filantropi seperti zakat, shadaqah, dan infaq saja. Tapi lebih dari itu, membiayai operasional negara, membiayai peperangan, juga untuk memberi makan orang miskin.

Ini fakta sejarah yang cukup menarik. Soalnya, sekarang ini baytul mal adalah sebatas lembaga filantropi saja, yang pendanaanya didukung oleh voluntary masyarakat. Yang mau bersedekah mangga, yang mau bayar zakat mangga. Padahal dulu konsepnya tidak seperti itu. Bayangkan saja, sesaat setelah wafatnya Rasulullah, banyak orang yang murtad, banyak nabi palsu, dan banyak orang yang menolak membayar zakat. Apa yang dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar ketika itu? Beliau menempatkan semuanya sejajar, sebagai orang yang harus diperangi. Pada akhirnya memang semuanya ditumpas atau bertaubat. Penolak membayar zakat disetarakan dengan pemberontak dan murtaddin.

Ngomong-ngomong tentang filantropi, sebetulnya zakat tidak termasuk ke dalam kategori ini. Mengapa demikian? Karena sifat zakat adalah kewajiban. Kita jangan terlalu menilai tinggi seseorang yang mengeluarkan zakat. Sama seperti sholat. Seorang muslim belum bisa disebut baik kalau diukur dari rajin shalat 5 waktunya. Rajin shalatnya itu adalah kewajiban dia. Tidak ada urusan dengan baik atau tidaknya. Kalau dia tidak sholat, berarti dia bukan muslim, dan dengan demikian dia tidak akan pernah mendapatkan titel "muslim yang baik". Sebaik apapun dia. Paling banter adalah "orang baik" saja.

Begitu pula dengan zakat. Bayar zakat tidak mencerminkan kebaikan hati seseorang. Itu adalah kewajiban yang dibebankan kepadanya untuk mempertahankan status kemusliman dia. Kalau dia tidak bayar zakat, maka keislamannya gugur. Paling jauh dia hanya akan mendapatkan gelar "orang baik", bukan "muslim yang baik".

Untuk logika yang sama, sebenarnya saya ingin protes juga tentang pajak. Mungkin anda pernah mendengar slogan "orang bijak taat pajak". Slogan ini sering muncul di iklan-iklan, baik TV, radio, maupun media cetak dan banner-banner. Tapi kenyataanya, apa hubungan bayar pajak dengan bijak?? Sekarang ini siapa sih orang yang tidak bayar pajak? Beli tepung terigu di pasar tradisional saja kita kena pajak. Beli mie instan di warung dekat rumah saja kita kena pajak. Berarti semua orang bijak dong?? Termasuk juga orang-orang yang bayar pajak (cukai) rokok dan minuman keras atau pajak (retribusi) lokalisasi dan tempat maksiat lainnya.

Selasa, 06 April 2010

Statistik blog

Terkadang saya buka-buka dashboard dan mengecek statistik blog ini. Ada hal yang unik.

1. Tulisan lama saya seputar antariksa ternyata sering dikunjungi. Terbukti dengan cukup tingginya statistik tulisan dengan judul "Lapan siap kembangkan rudal" dan "Shafaq - Jet tempur generasi ketiga Iran".

2. Tulisan dengan judul "Palestina dan Israel: Fragmen Sejarah Yang Tak Berujung" selalu ramai kembali dikunjungi ketika konflik Palestina kembali memanas. Apakah maknanya?

Selain itu tulisan-tulisan saya yang lain tidak mendapatkan cukup banyak klik secara konsisten. Hanya beberapa saja yang memang saat itu sedang hot yang berhasil mendapatkan kunjungan tinggi.

Logo-logo PPI sedunia

ppi malaysia

PPI Malaysia

 

ppi jepang

PPI Jepang

 

ppi perancis

PPI Prancis

 

ppi singapura

PPI Singapura

 

ppi enschede

PPI Univ Enschede Netherland

 

ppi mmu

PPI MMU Malaysia

 

ppi jcu australia

PPI JCU Australia

 

ppi uum

PPI UUM Malaysia

 

PPMI Mesir

PPMI Mesir

 

ppi dari kdri ppi dari kdri2

desain logo PPI oleh KDRI yang sudah digunakan oleh PPI Spanyol dan PPI Taiwan

 

Ada yang mau menambahkan?

Kamis, 24 Desember 2009

"KONTEKS" dalam ijtihad demokrasi

Ketika kita mengikuti suatu ijtihad sebuah jamaah yang menyatakan bahwa dibolehkan memasuki sistem demokrasi, maka kita harus perhatikan konteks ijtihad tersebut. Ya benar, konteks akan sangat terkait dengan ijtihad yang diambil. Konteks Indonesia pasti akan sangat berbeda dengan konteks Inggris atau Palestina.

Katakanlah, parlemennya berada di sebuah negara yang menyatakan bahwa sekularitas adalah prinsip utama yang harus dipegang, atau menempatkan nilai-nilai kristen sebagai dasar negara. Maka Ulama tidak akan berpikir bahwa berdakwah lewat parlemen adalah sesuatu yang halal.

Tapi coba perhatikan konteks negara kita. Negara kita menggunakan demokrasi sebagai sekedar cara dalam memilih pemimpin dan membuat aturan-aturan teknis pemerintahan (pemilu, dewan perwakilan), menempatkan Tauhid sebagai dasar negara (pancasila), konstitusinya memberi kebebasan seluas-luasnya dalam mengimplementasikan syariat Islam (Dekrit 1959 yang menyatakan UUD 45 satu paket dengan piagam jakarta). Dalam konteks seperti ini saya tidak habis pikir masih ada yang memberikan fatwa haram bagi demokrasi.

Mungkin kalau yang mereka maksud dengan demokrasi adalah yang seperti didefinisikan oleh Aristoteles (yang ngga dipake di Indonesia), kemudian masih mengakui "vox populi vox dei", dan konteksnya adalah negara seperti Amerika, maka tidak aneh kalau demokrasi difatwakan haram. Tapi demokrasi konteks Indonesia? Please deh...

wallahu a'lam

Kompas: Ada rajam di Somalia

Mungkin ada yang pernah membaca berita kompas pada link ini.

Pada berita itu dikisahkan ada sekelompok milisi di Somalia yang memberlakukan hukum rajam sebagai bagian dari syariat Islam kepada seseorang yang didakwa sebagai pelaku zina.

Buat saya, yang bikin saya ternganga adalah bahwa rajam ini tidak dilaksanakan oleh pemerintahan Islami, melainkan oleh milisi bersenjata. Sejauh yang saya baca dari pendapat-pendapat para ulama, hukum rajam hanya bisa diputuskan oleh pengadilan yang berskala negara, tidak bisa dilakukan hanya dalam skala jamaah saja. Jadi selama pemerintahan Islam belum terbentuk, maka hal yang paling jauh yang bisa ditempuh bagi si (mantan) pezina adalah bertaubat, tidak sampai rajam.

Kalaupun rajam ini memang hasil pengadilan yang sah (secara Islam) maka kemungkinannya hanya ada dua. Yang bersangkutan mengakui perbuatan zinanya, yang kedua memang ada 4 orang yang menyaksikan secara jelas bahwa "ember itu sudah masuk ke dalam sumur". Jika di luar itu, maka rajamnya tidak sah secara Islam.

Tapi berhubung ini adalah berita dunia Islam dan diberitakan di kompas, menurut hemat saya akurasinya menjadi dipertanyakan (gambar bisa saja direkayasa. foto tentang A tapi diberitakan tentang B, apalagi di dunia nun jauh di sana yang susah akses informasinya). Kalau kompas memberitakan tentang teknologi, pendidikan, atau ekonomi, okelah, cukup kredibel. Tapi kalau berita dunia Islam, nanti dulu...

wallahu a'lam

Menyikapi wacana dan berita media

Sebagai kader, kita tidak boleh terprovokasi oleh berita media. Media-media (terutama yang full online) sekarang ini cenderung untuk tidak proporsional dari sisi pemberitaannya. LIhat saja dengan bombardir pendapat dari orang-orang yang berasal dari satu sisi, sedangkan sisi lain dikutip sekedarnya.

Kemungkinannya ada dua, pertama media-media tersebut direkayasa. Kedua karena masalah teknis. Kita tahu perbedaan media online dan cetak adalah masalah kontinuitas. Media cetak dirilis secara diskrit, sehingga bisa mengakomodasi prinsip "cover both side" dalam satu waktu. Sedangkan media online dirilis secara kontinu, sehingga prinsip tadi tidak terakomodir sempurna. Akibatnya jelas: wacana masyarakat terdrive ke arah kesimpulan tertentu.

Nah kita sebagai kader harusnya memiliki prosedur standar dalam menghadapi wacana, terutama terkait jamaah dan partai. Ada dua prosedur utama yang harus kita pegang. Pertama adalah husnudzan. Kedua adalah tabayyun. Sebenarnya ada tambahan yang ketiga, yaitu mencari jawaban alternatif.

Husnudzan harus diletakkan pertama kali. Ketika ada muncul wacana RPP Penyadapan misalnya, jangan sekali-kali terbetik dalam pikiran kita bahwa PKS berkeinginan untuk mendukung koruptor dengan mengkebiri KPK. Ini ide yang luar biasa keterlaluannya. Kemudian baru tabayyun, baik langsung ke yang bersangkutan, tanya ke orang yang tahu tentang hal ini, atau melakukan studi literatur yang cukup detil, misalnya membaca naskah RPP terbaru atau membaca UU terkait (UU ITE misalnya).

Tapi kalau kita sudah minta tabayyun ke partai dan tidak mendapatkannya juga, maka kita juga harus paham bahwa kondisi perpolitikan di Indonesia berubah sangat cepat. Tidak semua langkah bisa dirilis bayannya. Karenanya kita perlu langkah ketiga, yaitu mencari jawaban alternatif. Mungkin jawaban alternatif ini tidak menyelesaikan masalah. Tapi setidaknya dengan jawaban ini kita bisa membendung serangan yang datang bertubi-tubi. Kelak kalau masalahnya sudah clear, kita bisa mengubah jawaban kita ke fakta yang sebenarnya.

Tentang media, memang saya akui kalau kita punya kelemahan. Pertama kita memang belum pandai dalam mengelola media. Bahkan salah satu corong informasi partai (situs resmi PKS) hanya menjadi agregator berita online. Kedua kita memang dalam posisi yang sulit. Di satu sisi kita tahu bahwa SBY punya banyak kelemahan yang menjadikannya target empuk para kritikus, di sisi lain kita menjadi partnernya dalam musyarokah dakwah ini.

Wallahu a'lam

Senin, 21 Desember 2009

Ini Rahasianya, Mengapa Muka Abu Dujjanah Tetap Cerah dan Berseri

Kebetulan nemu tulisan ini di FB. Ust. Lili Nur Aulia adalah redaktur majalah Tarbawi, yg tulisannya sangat sering saya baca. Subhaanallaah, ternyata keutamaan menghilangkan 'perasaan mengganjal' dengan kaum Muslimin sedemikian besarnya. Kasihan sekali mereka yang hatinya penuh ganjalan terhadap sesama Muslim. Si A dibilang pelaku bid'ah, si B dianggap kurang konsisten ibadah, si C dianggap pengikut demokrasi sistem kufur, si D dibilang tidak amanah, dst...

Mari lapangkan hati.
[Akmal di milis WI]


oleh: M. Lili Nur Aulia

Dengarkanlah ungkapan dari lisan seorang sahabat bernama Abu Dhamdham radhiallahu anhu. “Ya Allah, aku tidak punya harta lagi untuk aku sedekahkan kepada orang yang membutuhkan. Karenanya, sudah aku sedekahkan kehormatanku untuk mereka. Siapa saja yang menghinaku, atau mencaciku, itu adalah halal untukku.”

Hampir tidak ada, orang yang keinginannya untuk memberi kepada orang lain lebih besar daripada keinginannya untuk diri sendiri. Seperti sahabat Abu Dhamdam radhiallahu anhu dan juga para sahabat lainnya. Karenanya, kita pasti aneh mendengarkan ucapan itu. Ternyata ada seseorang yang sangat ingin menghibahkan apa yang menjadi miliknya untuk orang lain. Ternyata ada hati seseorang yang begitu lapang, yang tak mengisi jiwanya untuk kepentingan dirinya, kecuali untuk kepentingan orang lain yang membutuhkannya. Sampai tatkala tak ada lagi yang layak diberikan kepada orang lain, ia menghadirkan kehormatan, kemuliaan, harga dirinya, untuk diberikan kepada orang lain. Lalu, semua caci maki, umpatan, hinaan, akan dijadikan sedekah dari dirinya untuk orang yang mencaci, mengumpat dan menghinanya. Subhanallah.

Abu Dhamdham pasti mempunyai logika keimanannya sendiri untuk memiliki sikap seperti itu. Sebab semua orang lazimnya mempunyai keinginan diri, menyimpan obsesinya untuk diri sendiri. Ibnul Qayyim rahimahullah mengomentari ungkapan Abu Dhamdham ra ini. Katanya, ”Kedermawanan Abu Dhamdham ini mencerminkan kelapangan hati, ketenangan jiwa, dan kebersihannya dari rasa memusuhi orang lain.” (Tahdzib Madarij As Saalikin, 407). Hati yang lapang, jiwa yang tenang dan tak menyimpan masalah dalam hati. Ketiganya saling bertautan. Hati yang sempit, menandakan jiwa yang selalu resah, dan keadaan itu umumnya dipicu oleh suasana tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang lain. Dan ketiga hal itulah yang bisa diatasi oleh Abu Dhamdham hingga ia sangat ingin memberi, melebihi keinginannya untuk dirinya sendiri

Saudaraku,

Membersihkan hati dari rasa tidak enak dengan saudara sesama Muslim, tidak mudah dan bahkan membutuhkan kesabaran berlipat. Melapangkan dada, setelah melihat prilaku saudara yang mungkin membuat luka, membikin kecewa, memunculkan amarah, seiring sejalan dengan kemampuan seseorang melatih diri untuk mengendalikan diri saat marah. Dan itu tidak gampang. Karena itulah, sikap tidak menyimpan luka, sikap lapang dada, sikap lapang jiwa yang tidak menyimpan sedikitpun rasa yang mengganggu persaudaraan, adalah sifat-sifat yang menjamin seseorang masuk surga.

Saudaraku,

Masalah ini yang ingin disampaikan Rasulullah saw, saat ia tiga kali memuji seorang pemuda yang datang ke majlisnya, bahwa pemuda yang datang itu adalah penghuni surga. Di tengah nasihat dan arahannya di dalam masjid, Rasulullah saw tiba-tiba mengatakan, ”Akan datang pada kalian sekarang seorang yang menjadi ahli surga.” Tak lama setelah itu, datanglah seorang pemuda Anshar yang bersih janggutnya karena wudhu. Sedangkan tangannya yang kiri menenteng dua sandalnya. Peristiwa serupa ini terjadi lagi keesokan harinya, hingga tiga kali berulang. Abdullah bin Umar radhiallahu anhu tersentak rasa keingintahuannya, dan berniat untuk bermalam di rumah pemuda itu, sampai ia tahu apa rahasianya, hingga mendapat sebutan ahli surga oleh Rasulullah saw, sebanyak tiga kali. Setelah tiga hari bermalam di rumah pemuda itu, Abdullah bin Umar ra merasa tak ada bagian hidupnya yang istimewa. Ia pun bertanya, dan menjelaskan maksud sebenarnya ia bermalam bersama pemuda itu. Pemuda itu menjawab, ”Saya tidak lebih seperti apa yang engkau lihat. Tapi, dalam jiwa saya tak sedikitpun ganjalan perasaan, dan saya tidak hasad sedikitpun atas kebaikan yang mereka terima.” Lalu, Abdullah bin Umar ra pun mengatakan, ”Inilah yang meninggikan kedudukanmu, yang kami tidak sanggup melakukannya.”

Saudaraku,

Hati yang lapang, hati yang tak mempunyai dendam, hati yang tak memiliki rasa kesal, dengan saudara sesama Muslim, adalah surga dunia. Itu kesimpulan dari hadits panjang tentang Abdulah bin Umar dan pemuda Anshar tersebut. Abdullah bin Umar radhiallahu anhu yang terkenal zuhud dan ahli ibadah bahkan mengakui, bila dirinya tidak mampu memiliki kebersihan hati, kelapangan dada, seperti pemuda itu.

Saudaraku,

Setidaknya kita harus berusaha mengusir rasa benci, atau sekedar meminimalisir suasana yang tidak bersih dengan orang lain. Sebab bila rasa dengki, hasad, ganjalan yang ada tak kunjung mampu kita redam, ada bahaya besar yang akan menimpa kita. Hasad, dengki, memang pasti punya logikanya sendiri, dalam arti pasti memiliki alasan untuk bisa dibenarkan. Tapi juga bisa menjadi alasan untuk disalahkan. Alasan yang membenarkan itu sendiri, belum tentu asli kebenarannya karena sangat mungkin ada dalam buaian dan bisikan syetan yang membenarkan sesuatu yang keliru. Dan itu semua berakibat pada perpecahan, perkubuan, bisa merebak, bahkan melebar tak melibatkan satu atau dua orang tertentu melainkan satu kelompok orang. Sampai kita benar-benar menjadi lemah dan berada dalam kondisi seperti yang tegas dilarang Allah swt dalam surat Al Anfal ayat 46, ”... Dan janganlah kalian bertikai, lalu kalian menjadi gagal dan kekuatan kalian hilang.... ”

Saudaraku,

Camkan dalam-dalam bagaimana persaudaraan yang dihidupkan oleh Rasulullah saw di zaman kenabian, dan hidup bergerak dalam dunia para sahabat dan orang-orang shalih. Mereka bukan tak pernah mengalami masalah, merasa terluka, kecewa, dalam interaksi sesamanya. Mereka orang-orang yang hatinya lapang, jiwanya bersih lalu paras mukanya menjadi bercahaya. Mereka berhasil mengatasi permasalahan dalam hubungan mereka dengan sangat baik.

Dengar bagaimana perkataan Abu Dujjanah radhiallahu anhu saat sakit. Ketika itu, para sahabatnya terkejut melihat wajah Abu Dujjanah berseri dan bercahaya, padahal mereka tahu Abu Dujjanah dalam kondisi sakit parah yang mengantarkan ajalnya. Merekapun bertanya kepada Abu Dujjanah, dan ia menjawab, ”Tak ada suatu amalanpun yang paling aku pegang teguh kecuali dua hal. Pertama, aku tidak mau bicara yang tidak bermanfaat. Kedua, hatiku bersih dari perasaan yang mengganjal dengan kaum muslimin.”

Konvergensi layanan internet

Mungkin anda punya email, blog, akun facebook, twitter, linkedIn, friendster, dan sebagainya. Anda juga mungkin terhubung dengan jaringan yahoo! messenger, MSN messenger, dan sebagainya. Biasanya kita memiliki komunitas yang berbeda atau sedikit berbeda di setiap layanan tersebut. Bukan apa-apa, tapi karena tidak semua teman anda juga terdaftar di layanan yang sama dengan yang anda gunakan.

Dengan konvergensi layanan internet, kita dapat menulis tweet dan plurk yang langsung menjadi status di facebook. Kita juga bisa membuat post di blog dan secara otomatis mempublishnya di akun facebook kita. Sebuah inovasi yang bagus, sehingga kita tidak perlu mengulang-ulang posting kita, hal yang merepotkan. Tapi tetap saja, hal ini tidak mengkonvergensikan secara keseluruhan layanan yang kita gunakan. Meskipun facebook punya notes, tetap tidak menggantikan fungsi blog. Meskipun ada fasilitas messenger, tetap tidak menggantikan fungsi yahoo! messenger.

Jadi konvergensi layanan internet sebenarnya ada tapi tidak benar-benar konvergen. Hanya mencoba menggabungkan beberapa layanan sahaja.

*sedang ngetes posting blog via email dan langsung dipublish di notes facebook

Kamis, 22 Oktober 2009

Mari kita doakan mereka...

Alhamdulillah, barisan pemimpin negeri ini telah lengkap dan akan segera dilantik untuk kemudian memulai kembali kerja kerasnya.

Ya Allah berilah kemampuan kepada mereka untuk melihat kebenaran dan memilih kebenaran tersebut, untuk mengangankan keadilan dan merealisasikannya dalam semua kebijakannya, untuk bervisi besar dan mendapatkan kekuatan besar untuk mewujudkan visi tersebut.

Ya Allah, bimbinglah mereka, kuatkanlah mereka, kokohkanlah mereka di atas kebenaran yang Engkau ridhai. Jangan Engkau biarkan mereka lalai dan terpuruk dalam kelalaiannya itu. Jangan Engkau biarkan mereka tidak tahu dan hancur karena ketidaktahuan mereka.

Ya Allah, jauhkanlah mereka dari kekuatan yang senantiasa merongrong hati nurani dan keadilan. Berikanlah hidayahMu tentang kebenaran untuk mereka ikuti dan berikanlah hidayahMu tentang kebathilan untuk mereka jauhi.

Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami sebagai pemimpin yang mencintai rakyatnya. Dan jadikan pula kami sebagai rakyat yang mencintai pemimpinnya.

Amiiin...


Para Pemimpin kami:

Selasa, 19 Mei 2009

Informasi untuk yang akan berangkat studi di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP)

Saya membuka diri untuk berbagi informasi jika ada (siapa pun) yang akan berangkat studi ke UniMAP.

Silakan kontak saya dengan mengisi kolom untuk komentar di bawah. Saya akan membalasnya via email japri. Karenanya gunakan email valid dalam menuliskan komentar.

Semoga membantu.

Senin, 13 April 2009

Secuil kontemplasi dari hasil pemilu legislatif 2009

Alhamdulillah, secara umum pemilu legislatif tahun 2009 berjalan dengan cukup lancar. Kendala teknis persiapan memang menjadi catatan tersendiri karena Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kacau balau. Tetapi situasi nasional secara umum tetap kondusif.

Target PKS untuk meraih suara sebanyak 20% yang ditetapkan sejak munas tahun 2005 ternyata meleset jauh dan hanya mendapatkan sekitar 8% (versi quick count dan tabulasi KPU) atau sekitar 12% (versi tabulasi internal). Banyak hal yang menjadi catatan mengenai penyebab ketidaksuksesan ini. Kita bisa meninjaunya dari dua sudut pandang. Pertama adalah dari ketercapaian target, kedua adalah dari sudut pandang rival sesama peserta pemilu.

Jika kita melihat dari sudut pandang pertama, maka kita akan melihat bahwa ini adalah kegagalan yang cukup besar. Bagaimana tidak, langkah-langkah sudah dipersiapkan sejak 4 tahun sebelumnya. Semua struktur sudah bekerja keras, bahkan parameter kenaikan yang signifikan sudah sangat terukur dari beberapa pilkada yang dimenangkan. Tetapi ternyata hasilnya sangat jauh dari harapan. Tak sampai 50% dari target, bahkan nyaris tidak ada peningkatan dari hasil pemilu 5 tahun sebelumnya.

Tetapi jika kita melihat dari sudut pandang rivalitas sesama peserta pemilu, maka kita akan mendapatkan gambaran yang mencengangkan: Selain PKS dan PD, semua peserta pemilu tahun 2004 mengalami kejatuhan suara yang signifikan. Praktis PKS hanya kalah dari Partai Demokrat. Jika kita melihat bagaimana cara PD berkampanye, maka kita akan memahami bahwa memang inilah sunnatullah. Siapa yang lebih "luar biasa" kerjanya, maka hasilnya pun akan lebih "luar biasa" pula. Di sini saya tidak berbicara tentang keikhlasan ataupun tentang kapasitas kader, tetapi lebih ke arah strategi memenangkan pemilu.

Senin, 06 April 2009

Dua Pendeta Caleg PKS?

Disclaimer: Ini bukan kampanye, tapi hanya sekedar klarifikasi. Jika tetap dinilai terbukti sebagai kampanye, saya bersedia menghapusnya.



Berikut kutipan dari My Note Facebooknya DR.Mardani Ali Sera (Wasekjen PKS)

Ikhwah wa akhwati fillah, pg ini saya dpt sms yg mengabarkan kutipan Majalah Tempo tentang adanya dua pendeta sbg caleg PKS dari saya. Sayapun terkejut. Maka dg ini saya akan menceritakan informasi yg utuh: awalnya wartawan tempo bertanya adakah caleg non muslim dr PKS? Saya jawab: Tidak ada utk Pusat dan Prov. Tapi utk Kab ada, khususnya mereka yg ada di Indonesia Timur. Itupun di daerah yg 80% lbh pemilihnya bukan Islam. Dan mereka rata2 melamar ingin jadi caleg PKS. Walau sudah kita jelaskan bahwa PKS adalah partai Islam mereka tetap ingin bergabung. Kata mereka, kita suka dg PKS. Jadi, mereka yg ingin jadi caleg PKS! Saya jg tambahkan di Halmahera Selatan ada dua pendeta jadi caleg PKS karena mereka suka dg perilaku kader PKS. Utk jadi caleg PKS itu mereka dikucilkan dan akhirnya pindah jemaah. Jadi, sekali lagi, info yg saya berikan itu utk menunjukkan bahwa PKS itu rahmatan lil alamin. Wallahu a'lam bish shawab.

Mardani.

source

Sabtu, 04 April 2009

PKS paling pas dengan kriteria HTI

Sebenarnya notes ini melanjutkan beberapa diskusi maya yang saya terlibat di dalamnya mengenai 'konflik' HTI-PKS. Konflik yang sebenarnya tidak perlu terjadi, karena jika kita telaah baik-baik maka sebenarnya tidak ada pertentangan sama sekali antara keduanya.

Sebelumnya silakan baca link berikut. Di link tersebut dijelaskan tentang hakikat pemilu serta tuntunan bagi muslim dalam mengikuti pemilu. Bagaimana menentukan partai dan caleg yang seharusnya dipilih.

Pada akhirnya jelas sekali kan?

Sama sekali tidak ada himbauan golput. Saya yakin sejak jauh-jauh hari bahwa keputusan ini akan keluar. Soalnya saya tahu banyak ustadz dan ulama dengan ilmu luas di HTI, sehingga proses istinbath hukum tidak akan serampangan dan sembarangan.

PKS jelas partai Islam yang berjuang untuk tegaknya Islam, yang faham seyakin-yakinnya bahwa hukum berasal dari Allah. PKS secara terbuka menyatakan bahwa tujuan masuk ke parlemen dalam rangka berdakwah.

PKS jelas partai Islam yang mengharamkan isme-isme terlarang dan jelas keharamannya, seperti sekularisme, liberalisme, pluralisme, atau ahmadisme (ahmadiyah). PKS berusaha menapaki jalan dakwah Rasulullah yang dipelajari lewat sirahnya. Proses pengambilan hukum dan langkah politik serta kemasyarakatan PKS dilakukan lewat metode fiqh syariah, fiqh dakwah, fiqh awlawiyah, fiqh waqi', fiqh muwazanah, yang kesemuanya diistinbath dari sirah dakwah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alayhi Wasallam.

Mekanisme kontrolling kita agar senantiasa berada dalam jalan dakwah juga sudah jelas. Kita punya agenda tarbawi mingguan yang mengevaluasi langkah dakwah kita per pekan. Kita punya lembaga syuro dari wajihah terkecil (skala RT-RW) hingga skala nasional (majelis syuro). Bahkan kita juga punya lembaga Dewan Syariah yang diisi oleh pakar hukum Islam lulusan dari universitas-universitas Islam ternama di dunia. Insya Allah mereka tak akan pernah menggunakan hawa nafsu dalam mengeluarkan fatwa dan kebijakan.

Jadi percayalah, sebenarnya Takmim HTI tersebut secara tersirat menyatakan dukungannya pada PKS.
Percayalah, bahwa kita sama, kita satu jalan, kita memiliki tujuan dan impian yang sama.

Untuk kemenangan dakwah!!!
Allaaahu Akbarr!!!

ps: sebelumnya judul notes ini adalah "Secara tersirat HTI dukung PKS". Thanks to Hanief :)