Rabu, 31 Desember 2008

Konflik Israel - Palestina bukan konflik Agama?

Saya sering kesal kalau ada yang bilang konflik di Palestina yang berawal dari pendudukan Israel di tanah Palestina bukan masalah Agama.

Biasanya alasan yang digunakan begini: Penduduk Palestina itu, sepertiganya Muslim, sepertiganya Kristen, dan sepertiganya lagi Yahudi. Bagi saya, alasannya terlalu dangkal. Apakah perjuangan kemerdekaan Indonesia lebih dari 60 tahun yang lalu tidak bisa disebut perjuangan kaum Muslimin, hanya karena penduduk Indonesia tidak 100 persen muslim?

Saya mencium ada upaya pembusukan dari opini seperti ini. Ada upaya membawa wacana dukungan dari solidaritas ukhuwwah Islamiyah, menjadi sekedar solidaritas kemanusiaan belaka tanpa ada backing aqidah di sana.

Akibatnya jelas, jika solidaritas ukhuwwah tidak terjalin, maka Umat Islam secara alami akan tidak menempatkan kasus ini dalam prioritas utama Ummat. Efeknya, Doa massal dan masif dari kaum Muslimin tidak akan muncul. Padahal, sebenarnya doa inilah yang paling ditakuti oleh musuh-musuh Islam di mana pun mereka berada.

Al Haqq min Rabbik

[ingin membuat esai tentang ini, tapi belum sempat riset lebih jauh]

Selasa, 30 Desember 2008

Menjelang Resign

Sekitar satu setengah bulan yang lalu, saya terlibat percakapan kecil di sela-sela scripting program C untuk AVR, dengan kawan karib yang saat itu sedang menunggu masa-masa resign dari kantornya. Dia bilang, masa-masa seperti ini adalah masa yang sangat membosankan.

Pekerjaan sudah dikurangi untuk mengantisipasi kekosongan yang kita tinggalkan, sementara kita masih harus masuk, karena memang perjanjiannya adalah hingga tanggal yang sudah ditetapkan (katakanlah, akhir bulan). Nyaris sudah tidak ada kerjaan yang tersisa, tetapi perusahaan masih membayar (menggaji) kita. Jadi tak ada alasan bagi kita untuk tidak masuk kantor.

Akhirnya di kantor hanya bisa duduk termanggu, sesekali buka email, cek facebook, ngajak chatting orang, dan segala pekerjaan membosankan lainnya. Atau paling banter mungkin bikin tulisan di blog seperti saya ini :D

Tapi bagi saya, ini cukup sepadan. Sekitar satu setengah bulan yang lalu, pertengahan nopember, ketika saya mengajukan resignation, keadaan tidak memungkinkan bagi saya untuk segera keluar awal bulan desember. Bahkan saya diberi tanggung jawab yang lebih besar untuk memimpin tim selama bulan desember ini. Otomatis keadaan saya selama satu bulan terakhir sangat sibuk. Sebenarnya bukan sibuk memimpin tim, tetapi karena pekerjaan saya jadi ter-redefinisi, muncul target baru yang harus dikejar.

Akhirnya baru beberapa hari terakhir ini saja saya merasakan pengurangan yang luar biasa dalam beban kerja. Pekerjaan hanya jadi urusan di kantor saja. Tidak perlu lagi dibawa ke rumah. Ditambah lagi dengan banyaknya hari libur di akhir tahun ini.

Semuanya membuat saya siap untuk segera mengundurkan diri, mengejar mimpi yang lain. Insya Allah...

Prosedur Pembuatan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor)

Sudah tiga buah passport yang saya urusi pembuatannya. Dua yang pertama adalah milik saya sendiri dan istri saya, yang diapprove bulan Maret tahun ini. Dan yang ketiga baru selesai  beberapa minggu yang lalu milik Farouq, putraku yang lucu yang baru berumur 3 bulan ketika itu.

Pada dasarnya, pembuatan SPLP atau passport sangat mudah. Anda hanya perlu datang ke kantor imigrasi, minta formulir (gratis, tapi biasanya dikutip 15000 untuk map dan sampul passport). Kemudian lengkapi persyaratannya dan serahkan kembali ke kantor imigrasi. Anda akan diberikan tanda terima berkas dan diminta datang kembali dua hari berikutnya untuk pembayaran (270.000 untuk SPLP 48 halaman), dan sehari setelahnya untuk foto, wawancara singkat, dan aplikasi biometrik (finger print).

Kurang dari seminggu setelah foto dan wawancara anda diminta kembali lagi untuk mengambil Passport yang sudah selesai disahkan. Kemudian anda diminta untuk memfotokopinya dan menyerahkan kopiannya ke loket tempat anda mengambil passport tadi. Anda hanya membutuhkan uang sebesar 15.000 (untuk map) + 270.000 (SPLP 48 hlm dan aplikasi biometrik) + 6000 (materai) + 2000 (foto kopi macam-macam). Total hanya sekitar Rp 293.000 saja. Jika anda menggunakan jasa calo, mungkin bisa mencapai 1 jutaan, tergantung negonya (dan saya tidak menyarankan opsi ini).

Prosedur yang mudah ini menjadi seolah tidak mudah karena masih banyak calo yang berkeliaran. Tetapi dari pengamatan saya, wilayah gerak mereka sudah sangat dibatasi oleh pihak keimigrasian, sehingga kita bisa sama leluasanya dengan para calo tersebut dalam mengurus passport (tentunya dengan prosedur standar. kalau mau kilat, ceritanya lain lagi).

Selain itu, seperti halnya kantor pemerintah yang lain, kemudahan pelayanan masih menjadi prioritas kesekian dalam pelayanan mereka. Jika kita sering keluar masuk bank, kantor-kantor customer support swasta seperti GraPARI atau galeri Indosat, maka kita akan terhambat jika kita menyangka peralatan-peralatan yang sama akan digunakan sebagaimana mestinya di kantor-kantor pemerintahan tersebut.

Sistem antrian elektronik yang terpadu nyaris dibiarkan teronggok tak termanfaatkan, kalaupun digunakan, terkesan hanya sekedarnya saja. Jadi untuk antrian, proaktiflah. Jangan menunggu nomor kita dipanggil, karena biasanya petugas di loket yang bersangkutan tidak menekan counter antrian.

Tapi anda jangan membayangkan proses pembuatan passport ini seperti membuat KTP atau Kartu Keluarga yang prosedur dari RT sampai Keluarahan masih manual (baca: tulis tangan). Data yang dimasukkan di loket A akan otomatis bisa diakses dari loket lainnya. Karenanya anda tidak akan dipusingkan seperti ketika membuat KTP, KK, atau bahkan N-A (entah singkatan dari apa. tak ada seorang petugas pun yang tahu) ketika mengurus administrasi pernikahan anda.

Mudah-mudahan tips ini bermanfaat bagi yang akan mengurus passportnya.

Have a nice trip ;)

Selasa, 25 November 2008

Semoga saja menjadi amal shaleh... Amiin

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak kehilangan sepasang sepatu. Terakhir yang saya ingat adalah saat tingkat satu (atau awal tingkat dua), kehilangan sepatu yang sebenarnya sudah rusak dan sudah lama tidak dipakai.

Tadi siang, saat shalat dzuhur di masjid dekat kantor, saya kehilangan sepatu kesayangan. Sebenarnya biasanya saya tidak menggunakan sepatu ketika hendak ke masjid. Hanya saja beberapa hari terakhir ini ketika sandal butut di kantor lenyap, saya menjadi tidak punya alternatif lain untuk alas kaki. Akhirnya saya gunakan sepatu saya.

Mungkin saja saya memang kurang bershadaqah akhir-akhir ini. Mengingat itu, saya [nyaris] tidak merasa menyesal kehilangan sepasang sepatu. Alih-alih bersedih, justru merasa bahwa saya memang harus punya yang baru. Tapi menyesal juga. Kalau ternyata memang bisa seikhlas ini, kenapa tidak terpikir untuk menyumbangkannya saja sekalian, ketika masih dimiliki.

Orang biasanya berapologi dengan menyatakan sedekah ketika kehilangan barang. Tapi coba bayangkan, jika sedekah tersebut memang disengaja, dengan barang yang paling kita sayangi. Laptop atau PDA kita misalnya. Saya yakin, menyengajakan diri untuk bersedekah lebih utama ketimbang terpaksa merelakan untuk sedekah.

Yah, memang saya masih harus banyak belajar beramal. Tapi bagaimanapun, semoga saja ini menjadi amal shaleh. Amiiin.

Jumat, 14 November 2008

Blog keahlian elektronika

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba untuk menginisiasi sebuah blog untuk berbagi keahlian seputar elektronika. Nama blognya adalah belajar mikro. Tapi karena berbagai kesibukan, ternyata tidak sempat menulis cukup banyak. Hingga saat ini baru tiga tulisan saja yang dipost, dan hanya dua yang benar-benar berhubungan dengan elektronika. Itu pun kadar keilmuannya masih rendah.

Mungkin dengan adanya blog ini, saya bisa lebih terpacu untuk menulis lebih banyak seputar keilmuan elektronika. Perlu kita ketahui bersama bahwa dunia elektronika instrumentasi di Indonesia masih sangat kurang dari segi jumlah SDM. Dasar dari semua otomasi di segala bidang (termasuk industri, transportasi, administrasi kependudukan, dan sebagainya) berawal dari bidang ini (instrumentasi).

Sedihnya, komunitas instrumentasi-elektronika yang ada saat ini semakin sedikit. Sebagai gambaran, jika sebelumnya di ITB bisa kita temukan di Fisika, Teknnik Fisika, dan Elektroteknik, maka saat ini di ketiga program studi tersebut sudah semakin minim peminatnya. Bahkan di lab elka - fisika saja saat ini sudah saat jarang kita dapatkan orang yang ngoprek. Kabarnya, ini disebabkan oleh waktu studi yang semakin dipercepat, sehingga orang cenderung meninggalkan dunia hardware yang troubleshooting dalam prosesnya tidak semudah software.

Walaupun pasar di bidang ini belum besar (di negara kita khususnya), sama sekali tidak menunjukkan bahwa tidak ada potensi pasar di negeri kita. Sebagai gambaran saja, pada tahun anggaran APBN 2008 telah dianggarkan dana sangat besar (beberapa Trilyun) untuk migrasi KTP ke Smart Card. Ini sudah menjadi kebijakan pemerintah (departemen dalam negeri). Akan tetapi, ternyata tidak ada sama sekali potensi lokal yang punya potensi untuk mengambil peluang ini, mulai dari smart card-nya, terminal-terminalnya, dan perangkat pendukung lainnya.

Apakah anggaran negara sebesar ini akan diserahkan ke perusahaan-perusahaan swasta luar negeri mentah-mentah? Jika itu dilakukan, maka kita sedang menguras devisa negara kita dan nyaris kita hanya mendapatkan hasil akhirnya saja. Tidak ada nilai tambah dari itu. Yang untung adalah perusahaan-perusahaan seperti Gemalto, Oberthur, ACS, dsb (iya nggak Har, Gun? :p )

Itu baru satu hal. Kita belum bicara tentang (misalnya) otomasi industri. Apakah akan kembali pada perusahaan-perusahaan semacam Siemens, Phillips, perusahaan-perusahaan Jepang dan China, atau bahkan Malaysia? Padahal secara teori di atas kertas, kita sebenarnya mampu melakukannya. PT LEN sudah membuktikannya dengan memasang switch (apapun namanya) untuk perkereta-apian di jalur terpadat di jabotabek. (mas Iwazaki mungkin bisa berbagi)

Di dunia telekomunikasi sebenarnya sudah mulai muncul juga perusahaan lokal seperti konsorsium yang dipimpin oleh INTI (produsen HP merk Nexian), Hariff dan Indonesian Tower (yang membuat Wimax lokal), kemudian ada Quasar (produsen alat-alat wartel), dan beberapa lainnya. Tetapi itu semua masih minim. Kita belum bicara tentang (misalnya) sistem avionik pesawat tempur, atau sistem kendali misil, atau lainnya. (Tapi alhamdulillah, kita sudah bisa bikin satelit)

Terlepas dari itu semua, saya berharap mudah-mudahan blog yang diinisiasi oleh Harry ini bisa menjadi sarana kita mempererat silaturahmi, berbagi ilmu dan wawasan, serta sarana bagi kita untuk menjaga dan mengembangkan keilmuan yang kita miliki. Masih banyak sebenarnya orang-orang yang ingin berkiprah dalam dunia ini (instrumentasi). Hanya saja mereka masih kekurangan wawasan, semangat, dan dana. Mungkin suatu saat kita bisa membantu mereka.

Kamis, 30 Oktober 2008

Semoga berhasil disahkan hari ini..

Ya Allah...
Sadarkanlah orang-orang PDIP itu.
Berikanlah keluasan hati kepada orang-orang PDS itu.
Dan juga lapangkanlah hati sebagian anggota PKB itu.
Sehingga RUU Pornografi bisa disahkan hari ini.

Amiiin....

berita

Senin, 20 Oktober 2008

Reviewing My Blog

Sebenarnya saya sudah cukup lama nge-blog. Dalam arsip blog ini, artikel pertama tercatat diposting bulan Agustus 2004. Dan itu berarti sudah lebih dari 4 tahun yang lalu. Menurut mas Enda dalam salah satu surveynya beberapa waktu yang lalu, seorang blogger yang sudah ngeblog lebih dari satu tahun sudah termasuk blogger senior. Kalau begitu, ternyata saya bisa dikategorikan sangat senior :D

Pada awalnya blog saya memang bukan ini. Sebelumnya saya menggunakan account di blogger dengan nickname standar saya: fathinashrullah. (hingga saat ini blognya milik saya, sedang direncanakan digunakan untuk hal-hal yang lebih formal) Kemudian ketika blogger dibeli oleh Google dan accountnya disesuaikan dengan account Google, saya mendapatkan beberapa kesulitan setiap kali hendak mengupdate atau sekedar memanage isi blog. Akhirnya saya mencoba layanan lain dan terpilihlah wordpress ini. Apalagi setelah saya menemukan fitur import data, segera saya import semua postingan dan komentar saya terdahulu di blog lama tadi. Jadilah, blog ini sebagai blog baru saya.

Aktivitas ngeblog bagi saya adalah sarana untuk berbagi dan menjalin silaturahmi. Berbagi ide, wacana, cerita, serta berhubungan dengan teman-teman lain di dunia maya. Ada teman yang memang sebelumnya sudah saya kenal, ada juga teman yang baru kenal di dunia blog kemudian berlanjut di dunia nyata. Sangat menyenangkan membaca cerita-cerita mereka di dunia baru yang mereka tempati. Ada yang bercerita tentang pekerjaannya, aktivitasnya sehari-hari, pemikirannya, dan lain-lain.

Adalah suatu hal yang sangat menantang ketika tulisan kita yang berisi pemikiran, pendapat akan suatu hal mendapatkan respon komentar dari teman-teman. Itu bisa memancing kita untuk semakin giat berfikir dan menuliskannya kembali. Begitulah memang cara kita berkembang. Bertindak-mendapatkan saran-perbaiki-mendapatkan respon lagi-kemudian menyempurnakan. Begitu seterusnya. Dengan blog, maka metode tersebut semakin mudah terpenuhi. Maka, semakin banyak juga bermunculan manusia-manusia kritis, karena mereka dilatih untuk berfikir sistematis dan terstruktur dalam format menulis.

Saya setuju dengan gagasan Anis Matta di blognya bahwa seorang pemimpin wajib memiliki dua softskill utama: menulis dan orasi. Keduanya pada hakikatnya serupa: metode untuk menyampaikan pendapat. Seorang pemimpin adalah seorang yang handal dalam berpikir dan bertindak cepat. Karenanya dia memiliki metode standar di dalam kepalanya dalam bertindak dan memutuskan suatu langkah. Ini harus dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Menulis adalah salah satu cara melatihnya. Dengan menulis, alur pikiran kita akan lebih terstruktur dan sistematis. Dan dengan membiasakan menulis sebelum berbicara, maka alur pembicaraan kita juga akan sistematis.

Kembali lagi ke tujuan utama postingan ini: Reviewing My Blog.

Kategori tulisan terbanyak adalah tulisan lama. Tulisan-tulisan tersebut berasal dari blog saya terdahulu, yang memang belum cukup baik pengkategoriannya. Kategari terbanyak berikutnya adalah forum-2002. Aslinya ini adalah tulisan-tulisan saya di milis forum-2002 yang saya kelola. Beberapa kali menulis cukup panjang, dan pada suatu saat saya merasa alangkah lebih baik jika tulisan-tulisan tersebut saya posting saja di blog ini. Hitung-hitung bisa menjadi kenangan pribadi di saat tua nanti :D

Kategori berikutnya adalah Indonesia. Ini adalah pemikiran-pemikiran saya terkait negara ini. Ada yang berisi kritik, politik, dan lain sebagainya. Biasanya, kategori ini beririsan juga dengan kategori-kategori bandung, pemerintah, politik, dan beberapa lainnya, karena memang menurut saya ada hubungannya antar kategori tersebut.

Kalau menilik dari tanggal posting, kita bisa melihat sangat tidak frekuentif. Kadang sering, kadang jarang. Tapi memang saya mulai rajin posting adalah sejak awal tahun ini. Dulu, saya cenderung tidak suka jika blog saya dibaca orang lain, karena postingannya memang agak bersifat konsumsi sendiri. Karenanya belum ada postingan seputar pernikahan saya, misalnya.

Sebenarnya terlalu banyak hal yang ingin saya share dalam tulisan-tulisan saya. Tapi apalah daya, ternyata kecepatan menulis saya tidak secepat lintasan-lintasan ide dalam kepala saya. Barangkali memang perlu untuk memulai menginventarisasi berbagai macam ide yang berkelebatan di kepala. Ada ide bagaimana caranya?

Akhir kata, blog ini, sesuai tagnya: curahan ide curahan hati, memang bukanlah media jurnalisme. Ini hanyalah sebuah blog, yang menyampaikan ide dan hati penulisnya; saya. Jangan diambil hati jika ada yang menyinggung perasaan. Kalau ada yang mengganjal, sampaikan saja. Tak ada moderasi dalam berkomentar di sini (tapi teutuep, saya bisa ngehapus :p ). Tak perlu sungkan menegur. Jika ada yang benar, maka sesungguhnya itu dari Allah sahaja. Jika ada yang salah, maka sesungguhnya saya minta Allah segera menegur serta mengajari saya bagaimana sebenarnya kebenaran itu.

Kamis, 16 Oktober 2008

Perfilman Indonesia, sedang menuju akhir (lagi)?

Kalau mengamati tren tema film-film Indonesia saat ini, kita akan mendapatkan tema yang nyaris itu-itu saja: Komedi Seks (mereka menyebutnya komedi dewasa), horor, dan percintaan remaja. Nyaris seluruhnya berputar di sekitar tema yang serupa, tidak kreatif.

Sepertinya kita kembali diingatkan pada masa-masa menjelang perfilman Indonesia mati sekitar satu setengah dekade yang lalu. Kala itu, film-film yang diproduksi lebih banyak di seputar film horor dan seks. Memang kisah percintaan abg atau anak muda tidak seheboh sekarang. Tapi bukan berarti kisah-kisah serupa tidak ada.

Sebenarnya, saya berharap mulai ada film-film yang lebih menantang. Katakanlah tentang infiltrasi TNI di OPM di Papua, atau tentang reserse yang menyelidiki penyebaran narkotika, atau tentang perjanjian damai Malino atau perjanjian damai dengan GAM. Atau bisa juga memfilmkan cerita-cerita fiksi seputar Imam Samudra atau Jamaah Islamiyah yang beberapa tahun lalu sering dipaparkan di pengadilan. Kayaknya bakal seru tuh. Jangan lupa juga tambahkan efek-efek wah seperti ledakan, tabrakan mobil, pesawat jatuh, atau yang sebangsanya.

Kalau ada film berkualitas, sifatnya masih sangat kasuistik. Hanya beberapa buah setahunnya. Padahal ada puluhan hingga ratusan judul film yang rilis dalam satu tahun. Jadi kita belum bisa mengatakan pada dunia bahwa perfilman kita mulai maju hanya dengan menunjuk Ayat-Ayat Cinta atau Laskar Pelangi. Apakah Asoy Geboy, DO, Mau Lagi, Quickie Ekspres, Sarang Kuntilanak, Rumah Pocong, dsb harus kita tutup-tutupi??

Jumat, 10 Oktober 2008

Masih Tentang Pendidikan

Sebenarnya ini komentar untuk komentar mas Galih yang ini, tetapi ternyata kepanjangan, dan saya berpikir untuk mempost-nya sebagai tulisan terpisah.

Wah, senang dikomentari sangat panjang oleh mas Galih. Sebelumnya, saya juga mau mengucapkan selamat dulu atas kelulusannya. Kapan-kapan juga ingin mengomentari tulisannya mas Galih. Tapi sayang, semua tulisannya berada di seputaran dunia Farmasi dan dunia bisnisnya, jadi saya tidak terlalu nyambung.

Memang postingan saya di atas hanya berupa uneg-uneg yang keluar ketika mendapatkan sebuah email broadcast di milis icmi. Entah kenapa, mungkin karena berhubungan dengan dunia pendidikan, saya jadi terpancing untuk ikut mengomentari.

Saya memang tidak sedang membahas sistem pendidikan secara holistik. Saya hanya menanggapi beberapa pertanyaan yang diajukan mas AZA. Mungkin suatu saat saya bisa menyusun tulisan tentang pendidikan yang lebih lengkap, sehingga bisa menjadi bahasan yang lebih luas.

Kalau mas Galih menyebutkan target pendidikan adalah "Sikap dewasa" dan "Sadar yang kritis", maka itulah sebenarnya (kurang lebih) yang saya maksudkan dengan "standar absolut kesejahteraan". Dan itu adalah wajib dipenuhi oleh semua warga masyarakat. Kenapa? Agar mereka dapat memposisikan diri mereka sendiri, mengenali diri mereka sendiri, dan kemudian juga dapat menentukan peran apa yang ingin mereka ambil dalam masyarakat yang dia berada di dalamnya.

Mungkin singkatnya begini: Bukan kewajiban pemerintah saja yang harus menyediakan makanan, pekerjaan, sarana kesehatan, transportasi, dan lain sebagainya bagi seluruh rakyat. Tetapi pemerintah harus bisa mengkoordinasikan rakyatnya bagi penyejahteraan seluruh rakyat. Dan jika mereka tidak memiliki standar absolut kesejahteraan ini, maka sampai kapan pun mereka tidak akan bisa digerakkan untuk menjadi batu bata penguat bangsa, sehingga kewajiban memberi makan, pekerjaan, dsb, kembali jatuh hanya pada pemerintah saja (a.k.a presiden, menteri, gubernur, walikota, dinas-dinas, pns, dan yang semacamnya).

Mengenai apa pekerjaan mereka, berapa penghasilan mereka, dan lain sebagainya, saya menempatkannya sebagai suatu ukuran relatif untuk kesejahteraan. Kenapa? Karena setiap kepala memiliki penilaiannya masing-masing atas segala sesuatu. Ada yang berpendapat bahwa akademis adalah mutlak, sehingga bertekad meneruskan pendidikan sampai rela untuk tidak menikah dan tidak bekerja. Ada yang berpendapat bahwa wirausaha adalah keharusan bagi dirinya, ada pula yang berpendapat bahwa profesional harus menjadi jalan hidupnya, dan lain sebagainya.

Itu semua bukan masalah utama kesejahteraan. Tetapi ketika mereka tidak mampu memilih sesuatu untuk dirinya, di situlah masalah terjadi. Karenanya, banyak terjadi pengangguran, padahal terlalu banyak pekerjaan rumah yang dimiliki negeri ini bahkan untuk dikerjakan oleh semua penduduk sekalipun. Terjadi juga kelaparan, padahal potensi pangan tersedia terlalu melimpah untuk seluruh rakyat.

Dan tujuan pendidikan ini sebenarnya tidak harus ditempuh melalui jalur pendidikan formal. Hanya saja, bagaimanapun kita harus mengakui bahwa keformalan selalu identik dengan terkoordinasi. Untuk pendidikan dua ratus juta lebih rakyat Indonesia, kita jangan berharap dari sesuatu yang tidak terkoordinasi. Karenanya, "sekolah" menjadi hal yang penting. Tetapi, bagi saya pendidikan yang dimaksud di sini adalah "pendidikan dasar dan menengah".

Akan halnya pendidikan tinggi, posisinya jelas-jelas berbeda. Bukan sekedar untuk mendewasakan diri serta membangun kesadaran kritis, tapi lebih jauh dari itu, bahwa pendidikan tinggi adalah institusi penelitian yang dampaknya luas. Bukan sekedar untuk diri sendiri, tetapi skalanya negeri. Karenanya, pendidikan tinggi ini berhubungan dengan usaha negara meningkatkan taraf hidup rakyatnya.

Akan halnya ada mahasiswa yang belum dewasa dan kritis, maka sebenarnya yang bermasalah adalah pendidikan dasar dan menengahnya. Dan memang, untuk saat ini sedang membutuhkan reformulasi yang sangat luar biasa.

Selasa, 07 Oktober 2008

Sistem Pendidikan Kita (semi dialog)

Ada email dari mas Achmad Zaenal Abidin (AZA) di milis kalam yang mempertanyakan tentang sistem pendidikan di negara kita. Sebenarnya sudah sering sekali mas AZA ini mengirim email-email seperti ini, baik ke milis kalam, icmi, atau indonesia next better. Tapi formatnya seringkali 'agak' serampangan i.e. format tidak teratur, yang diajak diskusi tidak jelas (karena dikirim ke banyak sekali milis), subjectnya kepanjangan, dsb.

Entah kenapa, kali ini saya ingin mencoba me-reply. Setelah saya tulis, ternyata cukup panjang. Dan setelah dipikir-pikir, cocok juga untuk jadi artikel tersendiri di blog ini.

Silakan dikritisi.

Apakah ada yang bisa memberikan pencerahan mengapa SD 6 tahun ? mengapa SMP 3 tahun, mengapa SMA 3 tahun ? dan mengapa perguruan tinggi 9 semester ?

Ada kurikulum yang sudah disusun sebelumnya. Kurikulum tersebut dijabarkan pada tataran teknis sehingga menghasilkan angka-angka seperti itu (6 tahun, 3 tahun, dsb). Apakah harus selalu sama waktunya? Tentu tidak. Makanya ada yang bisa SD kurang dari 6 tahun, ada kelas akselerasi, ada yang S1 3 tahun, dsb.

Mengapa banyak pengulangan dari SD sampai SMA untuk mata pelajaran bahasa Indonesia ? Mengapa terjadi pengulangan untuk SMP dan SMA pelajaran sejarah, matematik, bahasa Inggris, biologi, Fisika, Kewarga negaraan dan sebagainya bahkan sampai kuliah ?

Pernah dengar istilah “spiral” dalam terminologi pengajaran? Kita akan selalu mengulangi pelajaran yang sejenis dalam proses belajar kita, tentunya dengan pendalaman materi. Misalnya begini, di SD kita mengenal angka. Di SMP kita mengenal angka dalam basis berbeda. Di SMA kita mengenal angka dalam koefisien-koefisien dan konstanta-konstanta. Di perkuliahan kita mengenal angka dalam dunia yang berbeda lagi. Tapi semuanya sejenis, mengenal angka.

Dalam dunia perkuliahan juga sebenarnya tidak banyak berbeda. Jika anda kuliah di jurusan fisika di perguruan tinggi manapun, anda akan menemukan pelajaran yang selalu diulang-ulang. Di tingkat satu, kita mempelajari gelombang dalam mata kuliah fisika dasar. Di tingkat dua, kita pelajari kembali gelombang dalam persamaan-persamaan yang lebih kompleks pada mata kuliah Fisika Matematika atau Kalkulus Lanjutan. Di tingkat tiga, lebih dalam lagi dipelajari dalam mata kuliah Gelombang. Bahkan di tingkat empat pun kita masih akan bergelut dengan gelombang, jika tugas akhir anda mengambil topik di sekitar fisika bumi, elektronika, atau bidang-bidang yang lainnya.

Apakah tidak mungkin menjadi sarjana dalam waktu 18 tahun ?

Senin, 06 Oktober 2008

Masih berada di antara kebimbangan

Pernahkah anda berada di tengah-tengah kondisi yang sebenarnya kondisi-kondisi tersebut sangat anda sukai dan anda inginkan, tetapi tidak kunjung muncul pertanda yang bisa membuat anda memilih salah satu di antara keduanya?

Anda tahu bahwa anda akan segera mendapatkan beasiswa studi dengan nilai beasiswa dan fasilitas yang bagus, sementara anda saat ini juga bekerja di perusahaan yang anda tahu berpotensi bermasa depan cerah. Anda pun juga sebenarnya punya potensi untuk ikut terjun di dunia antah-berantah-bisnis yang sangat menantang itu. Tapi, sekali lagi, semuanya kompak untuk tidak menunjukkan tanda-tanda yang bisa membuat anda cenderung memutuskan memilih salah satunya dan melupakan lainnya.

Jika anda berada pada posisi seperti ini, maka anda berada dalam posisi kebimbangan. Bimbang, ingin terus atau mundur. Bimbang ingin memutuskan atau melanjutkan. Bimbang, dengan sejuta rasa di dalamnya. Rasa, bahwa anda tahu bahwa anda bisa sukses di segala pilihan tersebut.

Ya Allah...
Pilihkanlah yang terbaik untukku...
Amiiiin...

Kamis, 04 September 2008

2 Ramadhan Terakhir: Meminang dan Menimang

Subhanallah..

Dua bulan Ramadhan terakhir bagi saya luar biasa. Ramadhan 1428 H saya meminang anak orang, sedangkan Ramadhan 1429 H saya menimang anak sendiri.

Mari kita tunggu, apa yang akan terjadi di Ramadhan-ramadhan berikutnya.

Ya Allah... sampaikanlah aku di Ramadhan 40 tahun lagi. Amiiin...

Alhamdulillah.. Mujahid kecil kami telah lahir

Jum'at malam ketuban istri saya pecah, tapi rasa mulas belum muncul. Setelah konsulltasi dengan bidan, kami disarankan untuk segera ke Rumah Sakit. Karena sama sekali tidak berencana melahirkan di Rumah Sakit, kami belum memiliki preferensi khusus rumah sakit mana yang akan kami manfaatkan. Atas saran seorang famili, kami berangkat menuju rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Mitra Kasih.

Setelah kondisi bayi dalam kandungan diperiksa, kami menerima kenyataan bahwa dokter wanita sedang berada di luar kota dan tidak mungkin hadir. Istri saya panik karena tidak mau ditangani selain dokter wanita. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah rumah sakit. Atas saran perawat di RS Mitra Kasih, RSU Cibabat lah yang kemudian kami pilih. Jaraknya tidak jauh, hanya beberapa ratus meter dari RS Mitra Kasih dan hanya 4 km dari rumah kami.

Setelah mendapatkan penanganan awal, istri saya disuntik antibiotik (?) untuk melindungi bayi yang masih berada di dalam rahim yang ketubannya sudah pecah. Setelah 4 jam pemberian suntikan ini, baru diberikan penanganan berikutnya.

Selasa, 26 Agustus 2008

Jalan Nasional Mulus di 2009 [kenapa nggak dari dulu??]

Wahyu Daniel - detikFinance


Tol Cipularang (Foto: dok detikcom)


Jakarta - Pemerintah melalui departemen pekerjaan umum (PU) menargetkan seluruh jalan nasional tahun 2009 dalam kondisi mulus. Panjang jalan nasional juga akan ditambah.

"Departemen PU menargetkan seluruh jalan nasional tahun 2009 tidak ada dalam kondisi rusak berat," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Hal itu diungkapkan Menkeu yang juga merangkap Menko Perekonomian ini dalam sidang paripurna atas jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPR mengenai RAPBN 2009 di gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (26/8/2008).

Menkeu memaparkan data panjang jalan nasional dalam kurun waktu 14 tahun terakhir telah mengalami peningkatan yang signifikan dari 17.800 kilometer pada tahun 1994 menjadi 34.628 kilometer pada tahun 2008.

Departemen PU, menurut Menkeu, menargetkan pada akhir 2009 panjang jalan nasional mencapai 86.510 kilometer atau bertambah 12.000 kilometer dibandingkan 2005.

Departemen PU juga terus berupaya agar kondisi jalan nasional sepanjang 34.628 kilometer itu dapat seluruhnya fungsional melalui kebijakan preservasi jalan.

"Persentase kondisi jalan nasional yang rusak berat makin berkurang yakni dari 11% dari panjang nasional tahun 2005 menjadi 8,54% pada tahun 2007," ungkap Menkeu.

Menkeu juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan daya dukung infrastruktur jalan antara lain menangani kerusakan jalan akibat pemanfaatan dan bencana alam.

"Karena itu pada tahun 2009 departemen PU tetap memberikan alokasi yang terbesar untuk memperkuat daya dukung infrastruktur jalan dan mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya.(ir/qom)

source: http://www.detikfinance.com/read/2008/08/26/150834/994899/4/jalan-nasional-mulus-di-2009
Ternyata semua incumbent sama saja ya. Nggak bupati, nggak walikota, nggak gubernur, nggak presiden, baru ngebenerin semuanya di akhir jabatan.

Prosedur basi buat ngawetin jabatan.

Kemaren pendidikan, sekarang jalan. Kayaknya awal tahun depan bakal nurunin gas sama bbm deh. Kenapa nggak dari dulu???

Sabtu, 16 Agustus 2008

SMS-SMS Fitnah Kepada TRENDI

Berikut ini adalah SMS-SMS fitnah yang berhasil dikumpulkan oleh Pak Endrizal Nazar, anggota DPRD kota Bandung dari PKS.

Sent:
7/30/08 8:50 PM
From:
+6285862064827
Sebagai warga kota Bandung,yang sudah hidup setengah abad,walikota demi walikota silih berganti,namun saya belum pernah melihat walikota sehebat H.Dada Rosyada SH,Banyak bekerja dan jarang berkata,dihujat dan difitnah dibalas dg senyum,yg penting bukti kerja.Sebagai muslim sangat hormat pada Ulama,dan akrab dg tokoh agama lain,namun beliau kini lagi dilanda Badai ghibah,tuhmah dan Namimah,ironisnya badai itu datang dari partai yang sok islami,pandai menciptakan isyu moral,seakan memiliki para kader yang sholeh,namun dibalik semua itu kalangan elitnya, tidak lebih dari para politisi machiaveli,licik dan hipokrit,ingat ayat Alloh kalau memang partai Islam yg islami,dengan tegas Alloh berfirman dalam surat AnNajm ayat 23 - 24 ,kalau punya al-Quran silahkan buka sendiri,juga hadits Nabi SAW,Wahai segenap orang yg beriman dg lidahnya,janganlah berbuat ghibah kepada sesama muslim,dan janganlah mencari cari ke'aiban saudaranya,barang siapa yang mencari ke'aiban sesama muslim,maka Alloh membuka ke'aiban yang ada pada dirinya. hadits Bukhari dan Muslim. Sadarlah saudaraku,H.Dada Rosyada SH adalah muslim yg thaat,putra seorang pejuang negri ini sebelum kalian lahir,semoga Alloh memberi hidayah kepada kalian,dan memberi kemenangan bagi saudaraku yg tercinta
H.Dada Rosyada SH.,agar kota Bandung tidak dipimpin oleh kalangan munafiqin,amin.

Sent:
8/2/08 2:37 PM
From:
+6285862064827
Sandiwara Politisi Picisan PKS, Judul : KANTOR PKS DILEMPAR BOM MOLOTOV, PARA PELAKU : Haru, Husni, Oded dibantu kader-kader PKS, TARGET SASARAN : supaya MASYARAKAT iba dan simpati kpd PKS. TANGGAPAN MASYARAKAT : Sudah tahu Manuver PKS yg Munapik.

Sent:
8/3/08 12:05 AM
From:
+6285846019974
Innamal umamul akhlaq maa baqiyat,fain hum dzahabat akhlaquhum dzahabu. Hanya saja suatu bangsa tergantung moral masarakatnya,manakala moral mereka rusak,maka akan hancur bangsa tersebut.(khuluqul muslim) Dengan gagasan brilian Menuju Bandung kota Agamis H.Dada Rosyada SH telah memberi bukti,beliau memberantas judi,prostitusi dan kemaksiatan lainnya,dengan dibantu kalangan kader NU,PERSIS,MUHAMADIYAH DAN UNSUR LSM lainnya,sebab H.Dada Rosyada SH berlandaskan hadist Nabi SAW, 1.TARAHUM (KASIH SAYANG) 2.ADILUN BILHUKMI (ADIL MENEGAKAN HUKUM) 3.WAFA 'ANILAHDI( BUKTI BUKAN HANYA JANJI ) Hadits Atthobroni. Inilah kiat keberhasilan H.Dada Rosyada SH,TIDAK PRABAYAR ATAU PASKA BAYAR SEPERTI PERUSAHAAN CELLULER TRENDY,tapi antara KATA dan FAKTA seiring nyata dalam kerja,sebelum kembali menyesal dengan janji prabayar dan paskabayar Trendy pertahankan H.Dada Rosyada SH untuk kembali memimpin kota Bandung menuju kota agamis,renungkanlah wahai masarakat Bandung !

Tanggapan Pak Endrizal Tentang Kekalahan TRENDI

Tulisan ini adalah tanggapan Pak Endrizal Nazar, anggota DPRD dari PKS, di milis Kalam Salman terhadap tulisan pak Munawwar Khalil tentang kekalahan TRENDI.

Dikopi dan dilakukan perapihan format seperlunya.

Assalamu'alaikum wr.wb.

Menanggapi tulisan/analisis saudaraku Munawar Kholil sebelumnya saya mengucapkan terima kasih namun tetap merasa perlu melakukan klarifikasi agar informasi/analisisn ya berimbang. Politik bagi PKS merupakan bagian dari da'wah sehingga yang dikedepankan adalah langkah amar ma'ruf nahi munkar dengan prinsip mengambil kebaikan terbanyak (maksimalnya) atau memilih mudharat terkecil (minimalnya) sesuai dengan semangat masuk ke pemerintahan dalam rangka Ishlahul Hukumah (perbaikan pemerintahan) . "In uridu illa al ishlaha ma ishtatho'tu wa ma taufiqi illa billah alaihi tawakkaltu wa ilaihi unib."

Dalam Pilwalkot Bandung prinsip di atas tetap menjadi rujukan yang dalam implementasinya tentu berrdasarkan analisis dan survey terhadap kondisi yang ada. Sebagai orang yang cukup lama bergaul dengan komunitas partai politik yang ada di DPRD Kota Bandung pilihan untuk tidak jadinya berkoalisasi dengan Poros Tengah atau PAN, bukanlah karena ke'pede'an PKS walaupun tetap diakui pengaruh kemenangan HADE juga menjadi bagian yang mempengaruhi keputusan politik PKS. Tidak etis kalau tidak terjadinya koalisasi itu saya sampaikan disini tetapi dalam konteks analisis dan survey yang telah dilakukan (survey yang sama juga dilakukan dalam rangka pemenangan HADE) menunjukkan koalisasi yang terbentuk malah menurunkan perolehan suara dengan meningkatnya swing voters.

Analisisnya mengarah bahwa pemilih PKS tidak 'sreg' dengan pasangan tersebut sementara sang pasangan tidak mampu membawa massa partainya untuk memilih pasangan yang diusung bersama dengan PKS. Pilihan untuk bergabung dengan incumbent juga menyebabkan penurunan suara yang cukup tinggi (suara yang diperoleh tidak linier dengan perolehan jumlah suara PKS maju sendiri dengan incumbent maju sendiri). Artinya semakin banyak pemilih PKS yang menjauh.

Hal ini tentu membahayakan kalau sikap ini muncul dari pemilih2 yang selama ini merasa PKS sebagai entitas yang konsisten menghadang kebijakan pemkot yang 'menyengsarakan' sebagian warga masyarakat seperti pedagang pasar tradisional dan masyarakat Griya Cempaka Arum. Ditinggalkan oleh masyarakatlah yang lebih dikhawatirkan PKS dibanding hilangnya peluang berkuasa. Apalagi mengingat ungkapan Amirul Mu'minin Umar ibnul Kaththab, "Kalau seandainya ada seekor unta yang mati kelaparan di pinggiran sungai eufrat, maka Umar akan diminta pertanggungjawabann ya di yaumil qiyamah kelak". Terzhaliminya beberapa kelompok masyarakat dengan kebijakan2 yang selama ini ditentang PKS akan menjadi tanggung jawab PKS kalau kemudian PKS bergabung dengan incumbent tapi tidak ada solusi buat mereka. Solusi yang diminta dan ditawarkan PKS ternyata tidak mendapat respon yang memadai.

Pilihan PKS juga bukan tanpa ada dasar rasionalitasnya. Tingkat elektabilitas calon PKS Juni 2008 memang berselisih sekitar 15 % ( 29 % : 44 %) dengan incumbent dan berdasarkan pengalaman HADE, PKS optimis bisa mengejar ketertinggalan ini. Tapi rupanya operasi politik yang dilakukan (selebaran gelap/sms gelap, fitnah, adu domba), mobilisasi aparatur dan APBD membuat prediksi PKS jauh dari sasaran. Beredarnya ribuan rim selebaran gelap berkop PKS yang menyerang kelompok2 lain (khususnya ormas Islam), dimana beberapa ustadz menjadikan selebaran gelap (segel) ini sebagai bahan rujukan ceramah dan khutbah Jumat. Isu rasial/etnis (Padang-Cina) yang dikembangkan secara sistemik/terstruktu r sehingga sampai keluar dari mulut aparatur padahal mereka berdua asli sunda.

Bantuan2 APBD yang dicairkan saat kampanye dan minggu tenang dan selalu dinyatakan sebagai jasa incumbent (saya pernah hadir dalam pengucuran bantuan koperasi masjid melalui MUI yang saya perjuangkan anggarannya di Panitia Anggaran, tetapi oleh pembawa acara (pengurus MUI) dianggap sebagai jasa incumbent dan meminta yang hadir untuk tahu berterima kasih sehingga spontan ada yang nyeletuk coblos incumbent- saya kemudian berusaha meluruskan, tetapi bagaimana dg acara2 yang tdk dihadiri kader pks yang mengerti masalah).

Terhadap beberapa ustadz yang menjadikan segel sebagai rujukan ceramah/khutbah sudah dilakukan klarifikasi tetapi dengan enteng mereka menjawab, "Saya tidak salah hanya menyampaikan, yang salah yang buat selebaran, begitu juga masyarakat yang terpengaruh juga tidak salah". Terakhir ada buletin gelap yang menyerang bapak Miftah Faridl juga dikesankan dari PKS/Trendi. Muncul kemudian penangkapan 2 orang akhwat (oleh pendukung salah satu calon) yang terlalu semangat masih iseng nempel 1 stiker di masa tenang. Penangkapan ini kemudian dikesankan/dipaksa seolah-olah buletin gelap diatas dari mereka dan langsung diumumkan ke jejaring radio (PRSSNI) dan jadi berita.

Terlalu banyak kalau semua saya tulis di sini. Saya tidak menuduh operasi politik ini dilakukan incumbent atau tim suksesnya, tetapi operasi politik ini menjadi demarketing Trendi dan sangat menguntungkan incumbent. Akibatnya taqdir menentukan Trendi harus kalah dengan cara-cara kotor dalam berdemokrasi. Sebagai bahan informasi betapa jahatnya black campaign yang dilakukan, saya masukkan sms2 gelap saya terima ke attach files.

Wassalam
Endrizal Nazar
sms-sms gelap terkait saya post di tulisan berikutnya.

Rabu, 13 Agustus 2008

Shafaq - Jet Tempur Generasi Ketiga Iran



Anda tahu gambar di atas? Ya anda benar, sesuai dengan judul tulisan ini, pesawat tersebut adalah pesawat jet tempur generasi ketiga yang dikembangkan Iran. Dengan nama Shafaq, yang berarti "sebelum fajar", nampaknya Iran ingin segera mewujudkan supremasinya di dunia dirgantara, lebih khusus lagi penguasaan wilayah angkasanya. Dengan masuknya jet subsonik ini, maka Iran akan segera menggenapkan kekuatan udaranya dengan kekuatan yang tidak bisa dihancurkan dengan embargo, karena pesawat ini Iran made.

Tak jelas mengapa jet ini masuk dalam kategori subsonik, padahal dia mengusung mesin Klimov RD-33 yang biasa digunakan oleh MIG-29. Sedangkan MIG-29 sendiri mampu mencapai kecepatan tertingginya pada angka 2,4 Mach. Barangkali memang ada tujuan penempatan tertentu dalam jajaran kekuatan, agar sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

Pada awalnya, jet ini merupakan proyek yang dikerjakan bersama-sama dengan Rusia dengan nama Integral. Belakangan Rusia hengkang dan proyek ini dan diganti namanya dengan Shafaq. Pesawat yang di Iran proyeknya dilaksanakan oleh Malek Ashtar University of Technology ini dikembangkan dari basis jet Rusia Yak-130 dengan material yang mampu menyerap radar. Dapat dipastikan bahwa nantinya pesawat ini mampu menghindari pantauan radar dengan spesifikasi tertentu.

Saat ini dikembangkan tiga buah prototip dengan konfigurasi satu buah single-seat dengan versi trainer atau serang ringan dan dua buah double-seat dengan versi fighter bomber. Pesawat ini menggunakan kursi lontar buatan Rusia yang hampir digunakan untuk F-22 Raptor dan MFD berwarna untuk cockpitnya.

Pertanyaannya: kapankah Indonesia mampu mulai mengembangkan peralatan perang semacam ini?

link wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/IAMI_Shafaq

link video: http://www.youtube.com/watch?v=TkwLw9lqzXY

Senin, 11 Agustus 2008

Taufikurahman: Selamat Buat Pasangan Dada-Ayi

Alhamdulillah, tanpa perlu ada gesekan sama sekali, pemilihan walikota Bandung sudah selesai. Pasangan Trendi sudah mengakui secara resmi kemenangan kang Dada. Ucapan selamat juga sudah disampaikan. Tinggal proses administrasi saja yang memisahkan warga Bandung dengan wakil walikota barunya (walikotanya kan lama :D ).

Sikap ini (ucapan selamat) sudah saya perkirakan akan segera keluar, walaupun saya tidak menyangka akan secepat ini. Tapi itu bagus, karena mencegah potensi terjadinya gesekan di masyarakat. Mudah-mudahan saja sampai akhir proses pemilihan ini, segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

Mari sekali lagi kita doakan, mudah-mudahan kang Dada diberi kemampuan optimal oleh Allah dalam memimpin kota Bandung. Mudah-mudahan dikuatkan pendiriannya dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan. Mudah-mudahan diberi kemampuan untuk meninggalkan kebijakan buruknya di masa lalu, dan menggantinya dengan kebijakan yang memihak warganya.

Amiiin...

sumber berita: http://bandung.detik.com/read/2008/08/11/152136/986569/486/taufikurahman-selamat-buat-pasangan-dada-ayi

Menyikapi Hasil Pemilihan Walikota Bandung

Alhamdulillah... 'Alaa kulli haal

Itulah kalimat yang keluar dari mulut saya ketika melihat hasil hitung cepat LSI untuk hasil pemilihan walikota Bandung kemarin. 26persen, Alhamdulillah.

Sungguh tidak mengira bahwa hasilnya akan sangat jauh dari perkiraan. Pada awalnya saya memprediksikan bahwa jika bukan "menang", maka "kalah tipis" akan menjadi hasilnya. Tetapi ternyata kenyataan memberi tahu kita bahwa "kalah telak"lah yang terjadi. Berbagai survey internal sebenarnya sudah mulai menunjukkan keunggulan. Tapi keunggulan itu tidak memasukkan faktor swing voter yang mengikuti pilwako hanya untuk meramaikan saja, bukan benar-benar memberikan dukungan. Karenanya kita terkejut ketika mengetahui bahwa swing voters tersebut (yang katanya mencapai 40-an persen pemilih dari setiap pilkada di Indonesia) memberikan suaranya kepada kang Dada.

Kamis, 07 Agustus 2008

Keberhasilan Kang Dada

Tulisan kali ini tidak akan membahas kegagalan kang Dada. Saya ingin mencoba secara fair mengakui beberapa program beliau yang sudah bisa dinilai berhasil. Saya tidak mengingkari bahwa memang ada program baik yang sudah berjalan, karenanya dalam tulisan ini saya tidak akan menimpali dengan ‘tapi’ dan ‘padahal’ yang menafikan program-program tersebut.

Ada setidaknya 5 program yang saya nilai sudah berhasil. Di antaranya adalah penutupan tempat pelacuran Saritem, penambahan ruang terbuka hijau, penataan pedagang kaki lima, pengadaan sekolah gratis tingkat dasar hingga menengah, dan peningkatan kelestarian lingkungan kota. Saya akan mencoba untuk menjabarkannya satu persatu.

Penutupan pusat pelacuran legal Saritem merupakan keberhasilan yang luar biasa yang tercapai pada masa kepemimpinan kang Dada. Saritem merupakan noktah hitam terburuk yang membuat masyarakat Bandung malu mengakui identitasnya. Berumur sudah sangat tua dan terletak di pusat kota menjadikan Saritem sangat mudah diakses oleh siapapun, sehingga masyarakat kota Bandung tak bisa menafikan keberadaannya.

Penutupan secara resmi pusat pelacuran legal ini memungkinkan setiap anggota masyarakat melakukan usaha-usaha yang mungkin dilakukan untuk mencegah hidupnya kembali pusat kemaksiatan itu, tentunya dengan cara yang sesuai dengan koridor hukum dan norma yang ada. Masyarakat juga memiliki hak yang legal di mata hukum untuk menolak keberadaan tempat-tempat maksiat di mana pun di seluruh penjuru kota Bandung.

Debat Calon Walikota Bandung

Tadi malam berlangsung debat seru antara para calon walikota dan wakil walikota Bandung. Acara ini disiarkan langsung dari Hotel Horison Bandung. Sebagai panelis dihadirkan tiga orang pakar, yaitu Rektor Unpad, Ganjar Kurnia, Rektor Unpar, Cecilia Lau dan Pengamat Politik, Ichsannudin Noorsy.

Pada tulisan ini, saya tidak berminat menceritakan isi dari debatnya. Soalnya, terlalu banyak yang bisa dijadikan bahan tulisan, sementara debatnya sendiri berlangsung semi spontan. Bukan berbentuk pemaparan data seperti halnya seminar atau simposium. Jadi, hal-hal yang disampaikan masih bersifat konsep umum normatif, yang masih perlu dipertajam kembali.

Debat calon walikota Bandung tadi malam adalah unik karena ini merupakan debat publik pertama yang menampilkan calon pemimpin daerah tingkat 2 yang disiarkan secara nasional. Padahal sebelumnya hanya calon pemimpin daerah tingkat satu saja yang disiarkan. Entah apa alasan TVONE yang memiliki tagline sebagai TV Pemilu ini, sehingga berani masuk ke pasar persaingan daerah tingkat 2. Seandainya setiap pilkada daerah tingkat 2 disiarkan, maka mungkin hampir tiap minggu ada beberapa kali siaran debat. Dan pada akhirnya mungkin itu akan menjadi hal yang membosankan.

Hal unik lain menurut saya adalah pilkada kali ini merupakan salah satu pilkada yang diikuti oleh calon PKS murni, tanpa koalisi dengan pihak lain. Saya membaca ada agenda tersembunyi di balik penyiaran debat ini secara nasional. Sudah jamak diketahui kemana arah kecenderungan TV-TV nasional saat ini. Begitu juga TVONE yang jika kita jeli justru lebih dekat kepada partai-partai Islam, walaupun saya tidak bisa memastikan partai yang mana. Karenanya bisa dimaklumi bagaimana panik serta kebakaran jenggot pihak Metro TV ketika tahu bahwa justru TVONE lah yang menjadi mitra resmi KPU sebagai media massa untuk pemilihan umum tahun 2009 mendatang.

Mari kita doakan, semoga pada saat pemilihan nanti, tanggal 10 Agustus 2008, segalanya berlangsung lancar, aman, tertib, dan damai. Kita doakan juga agar setiap calon bisa menahan diri dari berbuat curang dengan melakukan money politic, juga dari perbuatan curang lainnya. Sehingga kita bisa mendapatkan keberkahan dari pemimpin baru yang nanti akan terpilih. Amiiiiin...

Rabu, 06 Agustus 2008

Kenangan Bang Imad

Sabtu, 2 Agustus 2008, umat Islam kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Muhammad Imaduddin Abdurrahim. Seorang pejuang yang tak kenal lelah, yang mendidik banyak sekali kader, dan kini sudah nyata terlihat hasil-hasilnya.

Mudah-mudahan semua amal dakwah, jihad, serta semua ibadah beliau diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Semoga setiap kesalahan dan kehilafan beliau diampuniNya.

Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu wawassi' madkhalahu waghsilhu bilmaa'i watstsalji wal baradi. Wa qihi fitnatal qabri wa 'adzaabannar.

Amiiin, ya rabbal 'aalamiin.

Foto-foto kenangan Bang Imad

Senin, 04 Agustus 2008

Rekaman Adam Air 1 Januari 2007

rekaman-adam-air-1-januari-2007



Silakan didownload.


Jangan lupa, ubah format .doc menjadi .mp3.

Selasa, 29 Juli 2008

Luruskan niat...

Taujih kang Haru pada relawan P2B untuk kebakaran Cikutra
Sesungguhnya jika antum semua melakukan ini semua untuk meraih simpati masyarakat di sana, maka antum akan sakit hati. Jangan lupakan bahwa apapun kondisinya, semua amal tersebut hanyalah bagian dari usaha kita untuk mencari cara tercepat dalam meraih ridho Allah saja. Segala usaha yang antum lakukan telah mengorbankan dana, waktu, dan tenaga (sebagian relawan telah beranak istri dengan mata pencaharian yang bisa dikatakan minim dalam hitungan materil, tapi satu kelebihan yang saya syukuri, mereka kaya akan kefahaman tarbiyah dan militansi), akan menjadi tidak ada artinya jika yang mendasarinya adalah harapan agar mereka disana memilih PKS.

Jangan antum sekali-kali mengharapkan terimakasih atau simpati apapun dari mereka. Sesungguhnya apa yang kita lakukan sama sekali bukan untuk itu Akh…! Mereka berterimakasih pada kita atau justru sebaliknya… entah mereka memilih kita ataupun tidak, itu bukan urusan kita. Itu semua bergantung pada seberapa ridho Allah terhadap amal-amal dakwah kita. Tugas kita hanya satu, berusaha sebaik-baiknya dilapangan untuk membantu mereka dengan keikhlasan untuk Allah semata. Biar nantinya Allah yang menilai amal tersebut di sisinya. Jika Allah berkehendak dari silaturahmi dan amal-amal dakwah kita tersebut untuk membawa hati-hati mereka (masyarakat Bandung) pada dakwah maka dengan insyaAllah kemenangan dakwah akan datang dengan sendirinya.”

dari bang Ardian yang dikutip oleh bang kamil.

Poster TRENDI


"klik" untuk memperbesar.
"save as" untuk menyimpan.

Senin, 28 Juli 2008

8 Program Unggulan TRENDI

Dikutip dari rilis Tim Trendi yang dikutip oleh Pikiran Rakyat.

Kedelapan program tersebut adalah:

  1. Memperjuangkan APBD untuk rakyat mulai tahun 2009 meliputi:
    bantuan operasional RW sebesar Rp 3 juta/tahun. bantuan operasional RT sebesar Rp 1,5 juta/tahun bantuan kegiatan kemasyarakatan RW sebesar Rp 2,5 juta/tahun.
    dana rutin masjid RW sebesar Rp 2, 5 juta  bantuan kegiatan PKK/Posyandu tingkat RW sebesar Rp 1 juta/tahun insentif untuk anggota Linmas Rp 500.000/orang/tahun
    santunan kematian warga miskin sebesar Rp 2 juta/orang bantuan operasional Karang Taruna keluraham sebesar Rp 5 juta/tahun bantuan operasional  LPM kelurahan sebesar Rp 5 juta/tahun bantuan operasional PKK keluraham Rp 5 juta/tahun.

  2. Implementasi anggaran pendidikan 20% diluar gaji guru. Dengan anggaran tersebut, maka dapat dilaksanakan pendidikan gratis tingkat dasar dan menengah, peningkatan honor/intensif bagi guru ngaji, TK/TPA dan guru honorer.

  3. Gratis biaya layanan ambulans, bersalin, pemakaman, dan penyediaan air bersih bagi warga tidak mampu.

  4. Gratis pembuatan KTP, KK, Akta kelahian, dan pelayanan puskesmas untuk semua warga.

  5. Menganggarkan Rp 10 miliar/tahun untuk melakukan operasi pasar.

  6. Melindungi buruh dengan kesejahteraan rakyat, melindungi pasar tradisional, dan penumbuhan 100 ribu wirausahawan baru. Pemberdayaan wirausahawan baru itu dilakukan dengan memberikan hibah, modal bergulir, lembaga penjamin kredit dan pembentukan Klinik Konsultasi Bisnis di tiap kecamatan.

  7. Mengembangkan masyarakat yang religius melalui peningkatan sarana prasarana ibadah dan mencegah berbagai bentuk kemaksiatan (gank motor, miras, napza, prostitusi, pornografi dan pornoaksi.

  8. Mengembangkan fungsi konservasi di Kawasan Bandung Utara, meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang terbuka hijau, melaksanakan pengelolaan sampah terpadu, ramah lingkungan dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Jumat, 25 Juli 2008

Pilkada Bandung (hingga 25 Juli 2008)

Hmmm....
Sedang mencoba membuat analisis tentang setiap calon. [saya usahakan lebih fair]

Calon nomer tiga (Hudaya-Nahadi) benar-benar tidak ketahuan track recordnya. Mereka merupakan calon independen yang maju dengan syarat mendapatkan dukungan 3% rakyat kota Bandung (sesuai aturan KPUD). Kabarnya, Hudaya ini adalah seorang pengusaha kaya di kota Bandung, tetapi belum tersiar cukup luas dalam bidang apa bisnisnya. Hingga saat ini belum ada faktor yang bisa meyakinkan rakyat untuk memilih calon ini, soalnya orangnya tidak terkenal dan basis massanya juga tidak ketahuan. Satu-satunya hal yang berbeda dari mereka dengan calon yang lain adalah 'ke-non-partaian-nya'. Dengan demikian mereka berusaha menjaring massa yang sudah antipati pada partai politik yang ada.

Sebelum rangkaian pilwalkot digelar, Hudaya ini sempat dekat dengan pks, bahkan diinfokan pernah rutin pengajian dengan ust Abu Syauqi. Namun menjelang pilwalkot, tidak berlanjut lagi.

Dari caranya mensosialisasikan diri, wajar ketika muncul anggapan bahwa calon ini mungkin main mata dengan Dada untuk memecah suara Trendi. Pasalnya, pamflet yang mereka buat didesain sangat mirip dengan pamflet trendi. Tapi saya akui, asumsi ini masih sangat prematur.

Calon nomor dua (Taufikurahman-Abu Syauqi) pada awalnya juga orang yang sama sekali tidak dikenal masyarakat, terutama pak Taufiknya. Ust Abu Syauqi sendiri merupakan seorang ulama yang cukup terkenal di kota Bandung. Tetapi dengan adanya basis massa yang jelas dan sudah mengakar (PKS) popularitas pasangan ini dengan cepat menanjak. Modal ke-pks-an sebenarnya cukup untuk mendulang banyak suara, walaupun belum cukup untuk memenangkannya. Karena itu, dukungan para pakar ITB menjanjikan program-program berkualitas yang akan mendongkrak popularitas serta elektabilitas pasangan ini.

Calon nomor satu (Dada-Ayi) merupakan calon incumbent. Modal mereka yang paling besar adalah popularitas mereka yang sudah hampir 100%. Dengan dukungan yang besar (Golkar+PDIP+PBB+PD+PAN+lupa lagi) maka kemungkinan mereka menang adalah sangat besar. Calon ini juga didukung banyak ormas, seperti Muhammadiyah, NU, dan FPI. Bahkan MUI kota bandung secara tidak resmi juga mendukungnya (ditandai dengan dukungan ketuanya dan beberapa ulama di dalamnya).

Secara keseluruhan, program yang mereka tawarkan memiliki corak yang sama; menaikkan kesejahteraan rakyat kota bandung. Mudah-mudahan mereka mampu dan konsisten untuk melaksanakannya.

Saya pribadi [kali ini pendapat pribadi, walau tetap berusaha obyektif] mendukung Trendi dan mengharapkan kemenangan pasangan ini, tentunya dengan segudang alasan yang pernah saya tuliskan di sini. Tetapi saya cukup khawatir jika calon nomor tiga menang, karena mereka sama sekali tidak ketahuan track recordnya, juga basis massanya.

Untuk calon nomor satu, walaupun dengan berbagai kegagalan yang pernah dia buat, saya berusaha untuk tidak khawatir dan berhusnudzon, bahwa mereka menyadari kesalahannya dan tak akan mengulanginya. kemudian berjuang sekuat tenaga untuk meluruskan kesalahannya di masa lalu. Saya juga berusaha yakin bahwa Dada-Ayi tidak akan 'macam-macam', karena di belakangnya ada Muhammadiyah-NU-FPI yang siap menegur dan menghadang jika mereka berani berbuat dzalim lagi kepada rakyat bandung.

Senin, 21 Juli 2008

Hari ini, setahun yang lalu

Alhamdulillah, setahun telah terlewati sejak saya dinyatakan menjadi alumni ITB. Waktu terasa begitu cepat, seolah baru kemarin saya mengenakan toga masuk ke balairung utama Sasana Budaya Ganesha, kemudian bersama-sama mengikrarkan janji sarjana.

Detik-detik acara itu masih lekat dalam ingatan saya. Keluar dari rumah, berfoto bersama bapak dan ibu di halaman depan, berangkat, parkir di dekat PAU, jalan lewat terowongan, menanti waktu masuk ke dalam Sabuga, bertemu dengan Angga yang juga diwisuda, masuk ke dalam sabuga, rangkaian acara, salaman dengan rektor, foto bersama, menanti para wisudawan untuk pawai, perang air, makan-makan, diminta menyuapi ibu saya karena gagal menjawab pertanyaan MC di acara wisudaan himpunan, hingga menyetir mobil pulang ke rumah. Semuanya tak ada yang terlewat. Benar-benar serasa baru kemarin saya ikutan perang air itu. Seolah baru kemarin malam saya pura-pura marah ke Rizki Martin karena dia (tidak sengaja) melempar saya dengan air di acara malam wisudaan himafi.

Satu tahun ini banyak yang sudah dilakukan. Mulai bekerja di Dot System, menginap di pabrik peleburan baja di Jakarta untuk memantau keberjalanan alat, bolak-balik Bandung-Jakarta seminggu dua kali, melamar seorang akhwat di bulan Ramadhan dan menikahinya satu bulan kemudian, mengelola pernikahan adik pertama saya, dan lain sebagainya. Tak lupa mendapatkan tambahan binaan transferan dari seorang murobbi yang kembali ke daerah asalnya, dan juga bertemu Prof Noor yang mengapprove saya sebagai mahasiswanya.

Masih banyak impian yang belum diwujudkan. Menjelang masa-masa akhir studi, begitu banyak ide yang bermunculan yang meronta-ronta untuk dilaksanakan. Saking banyaknya, jadi bingung mana dahulu yang hendak dipilih. Akhirnya ketika Pak Sukirno pasca menguji tugas akhirnya Johan menyampaikan tawaran dari seorang koleganya untuk bekerja di tempatnya, saya terima dengan senang hati. Terutama karena ini sifatnya tawaran, lokasinya di Bandung, dan berada pada domain keahlian saya. Tawaran berlaku untuk (at least) dua tahun. Entah akan saya penuhi tenggat waktu itu atau tidak. Let's see.

Akhir kata, syukur dan sabar harus senantiasa menghiasi jalan hidup kita. Sabar, ketika berjuang mencapai segala bentuk cita dan meralisasikan asa. Sabar, ketika tersandung kerikil kecil atau tertabrak batu karang yang maha besar. Tetapi tetap bersyukur atas segala nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada kita.

Sungguh indah urusan orang mu'min itu. Ketika senang dia bersyukur, dan itu baik baginya. Ketika susah dia bersabar, dan itu baik pula baginya.
[Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alayhi Wasallam]

Sabtu, 19 Juli 2008

PKS ke-PD-an?

Artikel ini adalah penjelasan saya atas pertanyaan akh Febri tentang pencalonan pak Taufik dan ust. Abu Syauqi. Dia bertanya penyebab majunya PKS sendirian, tanpa berkoalisi dengan pihak lain. Apakah memang gagal berkoalisi, atau malah kepedean karena pilgub kemaren (walaupun koalisi dengan PAN) menang 42%?

Berikut penjelasan dari saya.
Kalau saya tidak salah, beberapa waktu yang lalu saya sudah posting tentang proses perkembangan pilwalkot di milis ini.

Berdasarkan berbagai informasi yang insya Allah shahih, prosesnya berjalan cukup panjang. Dimulai dengan penarikan aspirasi secara luas di masyarakat tentang kota Bandung. Proses ini menggunakan hotline (saya lupa apa saja sarananya) yang dipublikasikan secara luas melalui spanduk-spanduk, sejak sekitar satu tahun yang lalu.

Kemudian dalam perkembangannya, banyak opsi yang muncul untuk pencalonan walikota ini. Di antara opsi yang sampai ke telinga saya adalah bergabung dengan kang Dada dengan satu syarat: jadi wakil. Kemudian opsi lain adalah berkoalisi dengan partai lain. Opsi pertama ditolak mentah-mentah oleh syuro karena berbagai macam hal, terutama catatan-catatan hitam selama 5 tahun kepemimpinannya.

Kemudian muncul koalisi poros tengah yang beranggotakan PBB, PD, PAN, dan PPP. Pada awalnya, poros tengah ini merapat ke kubu kang Dada, terutama setelah kang Dada shock karena PKS mendeklarasikan calonnya sendiri (yang berarti menolak mentah-mentah tawaran bergabung). Padahal menurut hitung-hitungan di atas kertas, jika PKS gabung dengan kang Dada, diprediksikan akan menang mutlak.

Tetapi kemudian poros tengah pun goyah ketika tahu bahwa yang dipilih kang Dada menjadi wakilnya adalah Ayi Vivananda, kader PDIP. Poros tengah cukup kaget karena secara matematika dewan, jumlah kursi poros tengah masih lebih banyak dari jumlah kursi golkar+pdip. Di tempat lain, PAN sedang merapat sangat dekat ke PKS, bahkan mengajukan 5 nama untuk diusung menjadi wakil kang Taufik. Tetapi ternyata pada deklarasi Dada-Ayi yang diselenggarakan dalam waktu bersamaan justru dihadiri oleh Deden Rukman Rumaji, ketua DPD PAN kota Bandung, yang namanya termasuk di antara 5 nama yang diajukan ke DPD PKS, bahkan ada kabar di bandung.detik bahwa Deden ini calon terkuat di antara 5 nama yang diajukan.

Saya menduga inilah yang menjadi alasan utama koalisi PKS-PAN gagal. Bisa dibayangkan, ketuanya saja sudah seperti itu, sementara di tingkat wilayah (DPW PKS dan DPW PAN jabar) sedang berusaha keras membicarakan kemungkinan koalisi. Karenanya ini menjadi pertanyaan besar, kalau koalisi ini jadi, apakah jajaran DPD PAN akan bekerja keras untuk pemenangan koalisi ini? Padahal pengalaman HADE kemaren di kota Bandung, PAN nyaris tidak kelihatan kerjanya.

Berdasarkan hal itu, koalisi dengan partai gagal tercipta. Tetapi bukan berarti opsi berikutnya adalah langsung maju sendirian. Masih ada juga opsi lain, yaitu bergabung dengan calon independen. Ada beberapa nama yang jauh-jauh hari sudah masuk ke DPD. Misalnya Indra Prawira, ibu Hetifah, dan Hudaya Prawira. Tapi mohon maaf, saya tidak mengetahui penyebab kegagalan koalisi dengan mereka.

Atas dasar berbagai macam kondisi yang terjadi, akhirnya syuro DPD memutuskan untuk memilih ust. Abu Syauqi maju menjadi calon wakil walikota. Nama Taufikurahman dan Abu Syauqi sendiri sudah digodok lama sebelum pendeklarasian. DPD mencari kader-kader terbaik yang dimiliki di kota Bandung. Ust. Abu Syauqi sejak jauh-jauh hari menolak menjadi Bandung 1, dan sudah menyampaikan keberatannya ke DPP PKS. Tetapi kemudian tetap direkomendasikan oleh DPD untuk menjadi Bandung 2, jika kemungkinan koalisi dengan elemen lainnya gagal.

Itu dulu mungkin informasi dari saya. Kalau ada yang mau menambahkan, silakan. Kalau ada yang mau mengkritik, silakan juga. Yang penting, jangan lupa doanya, dalam setiap habis shalat, dalam qiyamullaylnya, setiap sehabis al ma'tsurat, dan dalam segala kesempatan lainnya. Semoga pilkada ini kita bisa menang. Amin.

Dari Wisuda Sampai 'Mati Rasa'

Alhamdulillah, kemarin sore kembali berkesempatan mengunjungi kampus. Sedang ada syukuran wisuda di prodi Fisika. Adik saya, Shofia Aniisa, berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 4 tahun. Tadinya mau berempat pergi ke tasyakuran; Bapak, Ibu, Nisa, dan suaminya, Burhan. Kalau seperti ini, berarti SesQ sendirian di rumah. Karenanya sejak pagi, saya mengusulkan istri saya untuk ikut saja. Lumayan, nggak kesepian sekaligus ikutan makan gratis :D

Setelah menyelesaikan conference berempat dengan Mas Taufik, Adhi, dan mas Fatahah, saya segera meluncur ke kampus ITB. Kali ini acara tasyakuran diselenggarakan di taman Fisika. Kabarnya sih karena wisudawannya banyak, sehingga tidak mencukupi jika diadakan di 'aula' fisika depan lab elka.

Acara sudah hampir selesai ketika saya menginjakkan kaki di tempat acara. Tak mengapa. Karena orang seperti saya (bukan wisudawan) hanya butuh bertemu dengan kawan-kawan lainnya. (makanan juga tentunya :p ) Alhamdulillah, angkatan 2002 semakin sedikit yang tertinggal. Farid dan Fariz akhirnya berhasil menyelesaikan studi S1nya. Rida juga wisuda, tapi S2. Ketiganya adalah angkatan 2002. Yang belum lulus masih ada beberapa orang lagi, seperti Ajuy, Galih, dan Andre. (siapa lagi ya?)

Ada juga kang Muizz, yang seminggu setelah wisuda (S2) akan kembali diwisuda. Kali ini di depan petugas KUA. Barakallahu laka. Kang Muizz datang bersama ibu dan neneknya. Mereka ini dulunya adalah tetangga saya, waktu di Solo. Tapi kenalnya baru sekarang, waktu sama-sama kuliah di ITB. hmm... What a small world.

Rangkaian acara berakhir sekitar setengah enam sore, dilanjutkan dengan makan-makan. Seperti biasa, prodi Fisika selalu menyiapkan makanan yang berlimpah, meski tidak ada menu nasi. Menunya sepertinya sudah menjadi standar tasyakuran wisuda: Sate, Baso Tahu, Bihun Baso, Puding, jus, dan beberapa makanan kecil. Tidak terlalu beragam, tetapi jumlahnya sangat banyak. Dahulu, kami selalu menanti berakhirnya acara, kemudian keluar membawa piring dan kembali ke lab dengan piring penuh berisi baso tahu. Senangnya... :)

Setelah acara selesai kami shalat maghrib di masjid Salman. Alhamdulillah, kembali bertemu dengan banyak kawan (seperti biasa). Bapak saya terlihat begitu bahagia malam itu. Betapa tidak, dalam umur yang masih relatif muda sudah punya 4 orang anak yang sudah wisuda semua, 3 ITB dan 1 ITS. Yang ITB: Nisa, saya, dan istri saya. Yang ITS: mas Burhan, suaminya Nisa.

Selesai sholat kami pulang. Tapi karena saya datang dengan menggunakan motor, maka saya tidak pulang bareng. Sebelum pulang bertemu dengan Army dan tanpa sengaja teringat tentang aksi yang direncanakan pada malam itu. Jadi terpikir untuk ikut meramaikan. Akhirnya, sebelum pulang saya menyempatkan diri untuk hadir di taman Dago. Lumayan, hitung-hitung melepas penat dan berkontribusi memenangkan Trendi untuk Bandung Satu.

Pada aksi kali ini, menampilkan teater yang dibawakan oleh teman-teman dari karisma. Secara resmi aksi ini diselenggarakan oleh Aliansi Mawar, Aliansi Mahasiswa - Rakyat Bandung. Di tengah aksi teater ini, kami membagi-bagikan bunga mawar hitam dan selebaran yang berisi "Mati Rasa", singkatan dari Lima Belas Kaprhatinan Rakyat Sa-Bandung. Isinya adalah fakta-fakta tentang kegagalan kang Dada dalam memimpin kota Bandung. Poin-poinnya sudah lupa. Mungkin kalau dapat lagi selebarannya, akan saya post di sini.

Kamis, 17 Juli 2008

PKS menolak PLTSa?

Heran, kenapa ada opini seperti itu ya?

Pengen bahas, tapi belum sempat. Ada rikues? Kalau memang ada, saya tuliskan pembahasannya.

Rabu, 16 Juli 2008

Butuh Pinjaman... *updated

Ada seorang ikhwah yang tinggal di daerah Sarijadi. Adiknya mau didaftarkan ke SMK Puragabaya, tetapi tidak ada uang untuk pendaftarannya. Padahal hari ini adalah hari terakhir pendaftaran. Beliau sedang mencari pinjaman untuk kebutuhan ini.

Biaya yang dibutuhkan adalah satu setengah juta rupiah. Saat ini sudah mendapatkan pinjaman 500 ribu. Masih kurang satu juta lagi. Sangat dinanti uluran tangan dari ikhwah sekalian. Tidak harus memberi pinjaman semuanya, tapi bisa diakumulasikan dari dana dan donatur (kreditur) yang bersedia.

Jika ada yang bersedia membantu, silakan hubungi saya (bisa ym atau hp).

nb: Peluang amal ini hanya sampai siang ini, jam 12.

update:

Alhamdulillah

Dalam waktu kurang dari dua jam terkumpul uang pinjaman sebesar satu juta rupiah. Insya Allah siang ini akan segera disampaikan ke yang bersangkutan.

Semoga bantuannya mendapatkan balasan dari Allah yang berlipat-lipat.

Amiien

Senin, 07 Juli 2008

Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada

Tentunya anda sudah sering mendengar bait judul tersebut. Itu adalah salah satu nasyid yang dinyanyikan oleh Shoutul Harokah, yang belakangan ini sering diputar di mana-mana. Mulai dari mp3 komputer di kantor, radio MQ FM (walaupun sekarang sedang hiatus, cmiiw), acara-acara partai, dan lain sebagainya.

Yang saya tangkap dari lagu tersebut, sebenarnya harapan yang dimaksud adalah PKS atau kader PKS. Tapi saya pribadi mencoba untuk bersikap lebih fair dalam menyimpulkan harapan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini.

Melihat tren pemberitaan semua media massa beberapa bulan terakhir, kita akan senantiasa dibuat miris dengan keadaan bangsa ini. Mulai dari pemberitaan semakin susahnya hidup rakyat, gagalnya atlet-atlet kita dalam event-event internasional, sampai korupsi lembaga tinggi yang terungkap tiada henti. Singkat kata, sepertinya sudah tidak ada lagi harapan bagi negeri ini.

Tetapi kalau kita mencoba jujur memperhatikan setiap lapis komponen bangsa, sebenarnya kita tidak perlu sampai pada kesimpulan seperti itu. Terlalu banyak potensi bangsa yang belum muncul, yang sebenarnya bisa menjadi harapan bagi kebangkitan kembali negeri ini. Terlalu banyak alasan yang bisa menyanggah kesimpulan kebangkrutan negeri ini.

Sebut saja kekayaan alam. Negeri ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan tak habis-habis. Meskipun sudah dieksploitasi tak terkontrol selama puluhan tahun, tapi lihat, ternyata masih banyak juga yang belum dieksploitasi. Jadi jangan khawatir kita kehabisan kekayaan alam. Karena ketika kejujuran sudah menguasai negeri ini, sebenarnya modal sumber daya alam yang bisa menjadi amunisi masih tersedia dalam jumlah yang sangat melimpah.

Kemudian kekayaan intelektual, termasuk juga didalamnya kekayaan manusia. Walaupun koruptor benar-benar sudah merajalela di negeri ini, tetapi sebenarnya kekuatan anti-korupsi juga bekerja dengan sangat hebatnya membangun kekuatan. Inilah yang membuat kami meyakini bahwa harapan itu ada. Bahkan tidak sekadar ada, tapi luas membentang.

Di lembaga pemerintahan, banyak idealis yang menunggu lahirnya pemimpin yang juga idealis, untuk menggunakan tenaga mereka. Di dunia bisnis dan ekonomi, banyak idealis yang menunggu munculnya kesempatan ideal (atau semi ideal) untuk kebangkitan usaha mereka. Di dunia parlemen, juga banyak para idealis yang suaranya masih terbenam di belantara para koruptor dan yang mementingkan perut sendiri. Di dunia eksekutif juga sama. Di dunia pendidikan apalagi. Singkat kata, harapan untuk kebangkitan negeri kita masih ada.

Tidak! Tidak sekadar masih ada, tapi masih luas terbentang. Tinggal, apakah kita akan menjadi bagian dari harapan itu, ataukah sekadar bagian dari beban bangsa yang menyebabkan harapan seolah tidak ada lagi. Itu semua pilihan kita.

Wallahu a'lam.

Jumat, 04 Juli 2008

Terima Kasih Kang Dada (konteks pilkada)

Masa pencoblosan pilkada kota Bandung masih lama, kampanye belum dimulai, bahkan calon resmi yang akan mengikuti pilkada pun belum ditetapkan oleh KPUD Kota Bandung. Tetapi di seluruh penjuru kota sudah bisa kita lihat foto-foto para calon yang terpampang dalam banner-banner, spanduk, baligo, pamflet, stiker, dan lain sebagainya.

Dalam konteks ini, saya tidak sedang ingin menyalahkan siapa-siapa. Saya tidak akan menunjuk calon tertentu atau pihak yang bertanggung jawab terhadap pembersihan segala atribut tersebut.

Tetapi saya sebagai pendukung pasangan Trendi mengucapkan terima kasih pada kang Dada. Terima kasih, karena sejak jauh hari (sekira satu tahun sebelumnya) sudah mulai memasang fotonya di mana-mana. Memang beliau adalah walikota ketika itu. Tetapi jujur saja, bagi saya aneh, kenapa baru pada satu tahun terakhir kepengurusan beliau memasang foto-foto raksasa itu?

Ketika kita memasuki masa-masa menjelang pilkada seperti ini, kita sudah mendapati foto-foto kang Dada terpasang di mana-mana. Walaupun beliau sudah mengundurkan diri dari jabatan walikota karena hendak mencalonkan kembali, tetapi foto-foto tersebut tidak dengan sendirinya dilepas.

Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan yang luar biasa antara kepopuleran kang Dada dengan calon yang lain. Karenanya menjadikan suatu hal yang wajar ketika calon yang lain, termasuk calon yang saya dukung: Trendi, juga ikut memasang fotonya di mana-mana. Kalau kemudian ada yang mengusik tentang "curi start kampanye", secara hukum kita semua tidak bisa ditindak, karena berada di celah hukum yang sudah disepakati, walaupun tentunya secara moral seharusnya tidak dilakukan.

Tetapi kalau kami tidak ikutan, maka kapan kami akan memperkenalkan calon kami? Apakah hanya pada 12 hari kampanye itu saja? Please... Jangan bercanda.

Karenanya, saya pribadi berterima kasih kepada kang Dada, karena pemasangan foto-foto raksasa kang Dada di mana-mana membuat kami wajar untuk ikutan memasang foto-foto calon kami.

Sekali lagi, terima kasih kang Dada, karena sudah memberi alasan untuk mensosialisasikan calon kami.

Kamis, 19 Juni 2008

Kenapa kang Dada dinilai gagal?

oleh: Fathi Nashrullah

Ada cukup banyak alasan kenapa kepemimpinan kang Dada saya nilai gagal. Secara garis besar sudah saya tuliskan di webnya kang Dada, walaupun dengan cara lain. Di antara kebijakan yang saya nilai sebagai kegagalan adalah sebagai berikut:

Penutupan Saritem.
Saya sama sekali tidak menolak penutupan Saritem. Seharusnya ini sudah dilakukan sejak jaman dahulu kala, bahkan seharusnya memang tidak pernah ada. Masalahnya, aura politik dalam penutupan Saritem ini sangat kental. Indikasinya, tidak ada pembinaan serius yang dilakukan pada PSK-PSK di sana. Setelah ditutup, yang dilakukan pemkot pada Saritem hanya sebatas razia saja. Kalau masih ada yang praktek, ditangkap. Secara sekilas kita akan mendapatkan kesan bahwa kang Dada adalah walikota yang luar biasa, berani menutup Saritem. Dengan demikian untuk pilwalkot berikutnya beliau akan mendapatkan dukungan dari para ibu-ibu majelis ta'lim yang jumlahnya sangat banyak di kota Bandung ini.

Akibatnya apa? Sekarang sudah terasa. PSK Bandung saat ini terdesentralisasi kemana-mana. Tempat-tempat yang dahulu tak ada PSKnya, sekarang jadi ada. Dari mana mereka? Ya dari Saritem itu. Mereka dilarang beroperasi kembali di sana (Saritem) dan mereka juga tidak dibina. Jadi semakin rusaklah kota Bandung.

PLTSa
Ini sebenarnya ide yang brillian. Hanya saja, dalam pelaksanaannya tidak melihat realitas yang ada. Ide ini muncul setelah kegagalan pemerintah kota mengolah sampah, pasca tragedi leuwigajah 2004 lalu. Kemudian justru muncul ide waste to energy (yang dimispersepsi sebagai PLTSa) yang ternyata proses perealisasiannya semrawut dan direncanakan akan dibangun di tengah pemukiman warga.

Kasus hotel Planet
Entah kenapa, kasusnya berlarut-larut. IMB jelas-jelas sudah dilanggar. Letaknya di depan rumah gubernur pula. Harusnya tindakannya tegas, seperti ketika pelarangan pendirian masjid di kantor gubernur. Saya masih curiga, jangan-jangan para mafia perjudian itu berhasil melobi pemkot.

Umbar izin pembangunan mal
Kalau yang ini nggak ketulungan mengesalkannya. Hanya dalam waktu beberapa tahun saja tiba-tiba muncul mal yang jumlahnya fantastis. Mari kita sebutkan satu persatu. Di jalan terusan pasteur ada BTC dan GIANT yang dibangun berdekatan dan hampir bersamaan. Kemudian ada BEC dan BeMAL serta IBCC yang jualannya sama persis. Ditambah lagi Lucky, Piset, Mollis, Hypermarket tengah kota (sekarang carrefour aja banyak sekali di Bandung, belum lagi Giant dan Hypermart), Riau Junction, Paskal Hypersquare, dsb. Belum lagi pembangunan FO-FO serta butik-butik, dan juga pengubahan-pengubahan fungsi bangunan kuno yang masuk kategori heritage kota Bandung.

Mengapa ini menjadi negatif? Karena pembangunan yang sedemikian banyaknya itu tidak berkorelasi positif dengan pembangunan sarana umum. Indikatornya sederhana: macet di mana-mana. Dengan semakin banyaknya mal, harusnya akses jalan raya juga semakin ditingkatkan (ditambah dan dilebarkan). Termasuk juga area parkir. Masak sih mau beralasan kalau jalannya sudah tidak mungkin dilebarkan? Padahal sebelum pembangunan gedung-gedung seperti itu, pasti ada AMDALnya. Termasuk juga analisis-analisis lain yang berkaitan dengan masyarakat di sekitarnya. Kalau memang jalannya tidak mungkin dilebarkan dan area parkir tidak mungkin ditambah, kenapa izin masih diberikan juga? Kenapa tidak disarankan untuk di bangun di tempat yang masih cukup jarang penduduknya, daerah Bandung selatan misalnya. Padahal konsekuensinya sudah jelas: macet di mana-mana.

Akhirnya, keluarlah kebijakan menggelikan itu: Jalan-jalan di kota Bandung dijadikan satu arah semua. Kita harus berputar-putar ketika hendak menuju ke satu tempat yang sebenarnya tidak terlalu jauh.

Sarana umum
Satu hal yang sangat mengesalkan di kota Bandung ini adalah sarana transportasi umumnya. Sudahnya tidak nyaman, mahal lagi. Akhirnya semua orang berlomba-lomba memiliki sepeda motor sendiri. Alasannya jelas: untuk jangka pendek relatif lebih nyaman dan lebih murah. Akibatnya kota Bandung sangat ramai dengan sepeda motor, ini mengakibatkan semakin susahnya mengatur penggunan jalan raya (peningkatan entropi jalan raya). Silakan saja bandingkan jalanan kota Bandung sekarang dan sepuluh tahun yang lalu. Berbeda jauh!

Keengganan menggunakan tenaga ahli
Cukup aneh memang kota Bandung ini. Kota yang memiliki ITB-UNPAD-UPI di dalamnya, plus PT-PT swasta yang sangat banyak, tapi pengelolaannya seperti ini. Kita belum bicara tentang PTDI-LEN-PINDAD yang bisa mendukung penyediaan sarana dan prasarana kota Bandung. Tapi kenapa kotanya acak-acakan seperti sekarang ini?

Sebenarnya di samping berbagai kegagalan, saya juga melihat beberapa indikasi keberhasilan. Mungkin akan saya coba paparkan di kesempatan yang lain.

Pluralisme, Kebebasan dan Paham-Paham Paradoks

By imamsemar

Kalau kita mengamati sebuah karya seni lukis, bunga misalnya, maka untuk menikmatinya harus dilihat dari jarak yang tidak terlalu dekat sehingga detilnya terabaikan. Kalau terlalu dekat maka tidak menarik karena detilnya nampak jelas tidak ada. Untuk menghargai karya seni ini tidak diperlukan intelektual yang tinggi. Berbeda dengan bunga aslinya, semakin detail semakin menarik. Dari mulai bentuk makronya, kelopak bunga, benang sari, serbuk sari; kemudian detilnya sampai ke tingkat jaringan, sel, mitokondria, kromosom, gen, ribonucleic acid, DNA, protein, proses metabolisme dan seterusnya; semuanya memerlukan intelektualitas yang tinggi untuk bisa menghargainya. Seorang botanis akan mengalami kesulitan untuk menerangkan bagaimana nutrisi/makanan bisa sampai ke kepala putik pada lukisan bunga, karena si pelukis tidak akan menggambarkan secara mendetil bagian-bagian mikroskopis dari bunga. Itulah perbedaaan antara karya seni dan the real thing.

Hal seperti contoh bunga di atas berlaku untuk segala aspek seperti prinsip hidup atau isme. Suatu isme bisa berupa gagasan bisa juga hasil pengamatan yang diformulasikan. Suatu isme yang masih berupa gagasan, bisa terdengar indah, jika tidak dites, atau tidak diuji secara intelek. Pada tulisan berikut ini kita akan membahas secara cerdas paham-paham yang sedang populer di media massa, yaitu yang berkaitan dengan kebebasan.

Pilkada Bandung (hingga 18 Juni 2008)

Apakah anda mencermati perkembangan pilkada kota Bandung saat ini? Yang jelas semakin menarik. Calon yang sudah memastikan akan maju sudah ada dua orang, kang Dada dan kang Taufik. Keduanya sudah meluncurkan websitenya masing-masing. Yang pertama ada di www.dadakudadamu.com dan yang kedua ada di www.taufikurahman.com atau www.taufikurrahman.com.

Saat ini, kang Dada sudah didukung oleh dua partai besar, Golkar dan PDIP, yang kursinya di DPRD Kota Bandung berjumlah 16 kursi, sedangkan kang Taufik yang calon dari PKS memiliki 11 kursi. Di sisi lain ada juga koalisi empat partai yang menamakan diri Poros Tengah. Koalisi ini terdiri dari PBB, PD, PAN, dan PPP. Total suara mereka di DPRD kota Bandung adalah 18 kursi. Benar-benar cukup signifikan. Tetapi sejak awal poros tengah ini tidak mengincar jabatan walikota, melainkan hanya wakil walikota saja, terutama ketika melobi kang Dada.

Di samping calon-calon dari partai, sempat mengemuka wacana calon independen. Calon ini dimungkinkan dengan mendapatkan sekian dukungan (lupa jumlahnya) dari warga Bandung. Namun dalam perkembangannya, ternyata tidak satupun calon independen yang benar-benar muncul ke permukaan.

Kabar terbaru yang dimuat di detikbandung memperjelas posisi poros tengah saat ini. Apakah itu? Ya benar, pecah! Setidaknya hampir pecah. Kenapa? Karena PBB dan PD sudah memastikan dukungannya pada kang Dada. Dengar-dengar, ada ketua DPD PAN juga dalam peresmian pasangan Dada-Ayi hari ini. Yang jelas, total dukungan untuk Dada-Ayi saat ini sudah 21 kursi.

Menurut kabar yang lain, saat ini PAN sedang merapat dengan intensif ke PKS. Katanya sudah mengerucut ke dua nama yang akan diajukan sebagai calon wakil walikota mendampingi kang Taufik. Kita lihat saja perkembangannya. Apakah koalisi PAN-PKS seperti pilgub kemarin akan tercipta kembali ataukah tidak.

Dalam pandangan saya, banyak keuntungan jika PAN-PKS kembali berkoalisi, terutama di Bandung. Mengapa? Karena kedua partai memiliki banyak sekali persamaan. Seharusnya, jika koalisi ini terbentuk, maka akan menghasilkan kekuatan unik yang akan kembali terlihat seperti pilgub kemarin. Modal besar Salman dan ITB seharusnya bisa bangkit dan bergerak bersama-sama. Kang Taufik saat ini adalah ketua keluarga alumni Salman cabang Bandung, yang juga mantan dosen ITB (baru saja mengundurkan diri). Sedangkan PAN banyak diisi oleh kader-kader Salman juga. Bahkan ketua keluarga alumni Salman pusat adalah anggota DPR RI dari PAN (bang Ichwan).

Kita lihat saja, mudah-mudahan yang terbaik yang akan terpilih sebagai pengurus kota Bandung berikutnya. Saya pribadi tak akan mau mencoblos, walaupun didorong-dorong dan disuruh-suruh oleh semua orang. Kenapa? Ya, benar. Karena saya berKTP Cimahi. (hehe...)

Sabtu, 24 Mei 2008

Turut berduka untuk Mahasiswa

Kemarin pagi, kejadian itu kembali terjadi. Kekerasan aparat terhadap Mahasiswa.
Ini yang pertama setelah cukup lama tidak pernah lagi terdengar. Tempat kejadiannya ada di Universitas Nasional, Jakarta.

Sangat mengerikan!
Aparat merangsek masuk ke dalam kampus, merusak semua yang ada di hadapan: motor, mobil, kaca jendela, bangku, meja, menjarah koperasi, memukuli mahasiswa, dan semuanya terekam media. Diputar langsung ke seluruh Indonesia 30 menit setelah kejadian berlangsung.
Sekali lagi sangat mengerikan!!

Seperti biasa, selalu ada alasan yang bisa digunakan. Bukannya meminta maaf, tapi mereka menuduh mahasiswa membawa ganja (sangat banyak) dan melempari aparat dengan bom molotov.
Aha! Skak mat!! Sampai di sini mahasiswa takkan bisa apa-apa. Tuduhan bikin kerusuhan dengan bom molotov plus bahan bakar ganja, benar-benar skak mat!! Padahal siapa yang tidak tahu bahwa tuduhan seperti itu dapat dengan mudahnya dibuat dan direkayasa: intel! Dan siapapun tahu bahwa intel tak akan pernah bisa dibuktikan.

Makanya, turut berduka untuk Mahasiswa.
Masa-masa suram itu ternyata belum bisa pergi untuk kalian.

Doa untuk pemimpin kami

Ya Allah...
Ampunilah dosa-dosa mereka

Ya Allah...
Berikanlah pada mereka kebesaran hati
Untuk mengundurkan diri

Amin...

Kamis, 17 April 2008

Catatan pinggir seorang kader PKS tentang Pilgub Jabar 2008

Berikut ini salah satu kisah dari kader PKS yang mencatat proses perjuangan memenangkan HADE di jawa barat. Tidak membahas siapa calonnya, tetapi lebih ke perjuangan memenangkannya. Patut dicontoh oleh semua partai.

======================================================

source: http://www.pk-sejahtera.us./

Nyesek

“Berita terakhir dari Ketua DPD (TPPD) bahwa tidak tersedia dana untuk uang transport saksi. Harap DPC konsolidasi. Bobar (Bogor Barat) memerlukan Rp 16.7 jt utk kepentingan ini. Ana pribadi setelah kokoreh di dapur dan tawakkal, bismillah menginfakkan Rp 1 jt. Ana mohon antum semua melakukan hal serupa”.

Itulah SMS yang saya terima ba’da Shubuh, Sabtu lalu (12 April), sehari menjelang pilgub kemarin. Saya kenal persis si pengirim SMS itu, dan tahu betul bahwa penghasilannya per bulan mungkin sekitar Rp 2 jt. Saya juga tahu bahwa dia sekarang sedang nyicil kredit rumah. Kesediaannya menginfakkan dana sebesar Rp 1 jt membuat mata saya berlinang; hampir setengah dari penghasilan bulanannya. Teringatlah kisah sahabat yang menginfakkan setengah dari hartanya.

Kalaulah itu hanya dilakukan sekali saja, mungkin tidak terlalu mengherankan. Tetapi hanya 2 malam sebelumnya, semua grup halaqah pada semua level dikumpulkan per DPC untuk melakukan liqo gabungan. Di sana jelas disampaikan anjuran untuk siap berjuang melakukan jihad siyasi dalam pilkada hari Ahad itu. Di samping kesiapan mobilisasi berjihad dengan waktu, pemikiran dan tenaga, tentu infaq dengan maal merupakan hal yang ditekankan dalam liqo gabungan itu.

Selasa, 15 April 2008

Analisis kemenangan HADE di Pilkada Jabar

Oleh: Fathi Nashrullah

Kemenangan pasangan Ahmad Heriawan (PKS) – Yusuf Macan Effendi (PAN) atau disingkat HADE pada pilkada Jawa Barat yang diselenggarakan pada Minggu, 13 April kemarin benar-benar di luar dugaan. Bagaimana tidak, semua survey dan poling yang pernah dilakukan sebelum masa pencoblosan menunjukkan hasil yang sama: menempatkan pasangan ini pada posisi buncit. Tetapi kenyataan berkata lain. Oleh karenanya hal ini menjadi bahan yang unik untuk dibedah dan dibahas, baik dalam kerangka akademis, maupun sebagai masukan dalam menyusun langkah pemenangan pemilu bagi siapapun yang membutuhkannya.

Analisis kemenangan pasangan HADE di bawah ini saya buat lebih condong dari sudut pandang PKS, karena saya memang nyaris tidak bersentuhan dengan tim sukses HADE dari sisi PAN. Karenanya, hal-hal yang menyangkut PAN tidak akan terlalu banyak saya bahas. Walaupun demikian, saya tidak akan pernah menafikan bahwa ini bukanlah kerja PKS sendirian, melainkan sinergi saling menguatkan antara PAN dan PKS.

Poin-poin analisis yang saya sebutkan di bawah bukanlah merupakan suatu urutan yang diurutkan berdasarkan besar kontribusinya, tetapi hanya proses pengurutan dalam penyebutan saja. Dalam pandangan saya, semua poin ini bersifat sejajar, tidak mendahulukan satu dan mengecilkan yang lain. Tetapi dilaksanakan semuanya secara paralel.

Pertama, PKS dan PAN adalah dua partai dengan latar yang mirip. Keduanya adalah partai reformis yang dilahirkan oleh motor-motor reformasi pada tahun 1998

Jumat, 11 April 2008

Catatan Dari Pameran Dot System

2-5 April 2008
Dirgantara Indonesia Fair Ground

Alhamdulillah, keikutsertaan Dot System dalam pameran Bandung Inter TEX 2008 telah berjalan dengan baik. Keikutsertaan ini merupakan suatu hal yang istimewa, karena status pameran tersebut adalah pameran Internasional yang karenanya banyak peserta dari mancanegara mengisi booth-booth pameran.

Selain itu hal istimewa lainnya adalah karena Dot System nyaris satu-satunya perusahaan lokal dengan produk lokal. Padahal peserta pameran lainnya hampir seluruhnya asing

Senin, 31 Maret 2008

Mohon doanya

Hari ini istri saya dan 38 mahasiswa/i apoteker lainnya mulai menempuh
rangkaian ujian apoteker (yang sangat melelahkan itu).
Mohon doanya, semoga ujiannya dimudahkan, diberi kelulusan yang terbaik,
dan ilmunya bermanfaat.

Selasa, 25 Maret 2008

Untuk Para Pecinta Firefox: Tips Menghemat Memory

Sebenarnya tips untuk meminimasi penggunaan memori oleh Firefox ini sudah ada cukup lama. Tapi baru kali ini saya benar-benar mencobanya. Dan ternyata efeknya cukup mengagumkan. Kebiasaan saya ketika browsing adalah membuka tab hingga lebih dari 10 buah. Efeknya cukup jelas: memperlambat kinerja komputer yang saya gunakan, yang hanya bermemori setengah giga saja.

Sebelum settingan Firefox di komputer saya ubah, penggunaan memori yang terlihat di task manager mencapai 108.800 KB.